Berita Banjarmasin

Dokter di Kotabaru Belum Terima Tunjangan Sejak Tahun Lalu, IDI Kalsel Berikan Pernyataan Sikap

Pernyataan sikap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kotabaru tertuang dalam surat perintah yang dikeluarkan Ketua IDI Cabang Kotabaru dr Muhammad

Dokter di Kotabaru Belum Terima Tunjangan Sejak Tahun Lalu, IDI Kalsel Berikan Pernyataan Sikap
Instagram@dr_rudi_rafisa
Dokter Rudiansyah saat hadiri The International Society of Nephrology World Congress of Nephrology 2019 (ISN WCN'19) di Melbourne beberapa hari lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pernyataan sikap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kotabaru tertuang dalam surat perintah yang dikeluarkan Ketua IDI Cabang Kotabaru dr Muhammad Amin.

"Kami IDI Wilayah juga mendukung gerakan IDI Cabang Kotabaru dalam memperjuangkan nasib para sejawat dokter di Puskesmas di Kotabaru," tegas Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Selatan dr Rudiansyah, Rabu (8/5).

Kepada reporter banjarmasinpost.co.id dr Rudiansyah mengatakan para dokter puskesmas itu belum menerima tunjangan kinerja yang seharusnya sudah mereka terima sejak tahun lalu.

"Bagi seluruh dokter di Kalsel, kami IDI Wilayah Kalsel mohon dukungannya semua, bukan malah menyudutkan mereka. Karena semua dokter itu bagai saudara kandung, jangan mengail di air keruh bagi sesama sejawat dokter lain bahkan tidak mendukungnya. Dokter juga memerlukan biaya bagi kehidupan mereka," tegasnya.

Baca: Mencium Rambut Nabi Muhammad SAW, Opick & Ustaz Derry Sulaiman Menangis, Salawat Pun Berkumandang

Baca: Jadwal Buka Puasa, Shalat Wajib & Shalat Dhuha Hari ke-3 Ramadhan 1440 H di Jakarta dan Kota Lainnya

Baca: Sikap Bijak Sahabat Luna Maya Saat Tak Hadiri Resepsi Syahrini-Reino Barack, Ayu Dewi Lakukan Ini

Surat perintah ditandatangani Ketua IDI Cabang Kotabaru dr Muhammad Amin.

Ada tunggakan tunjangan yang seharusnya dibayar tiap bulan karena belum diselesaikannya pembayaran tunjangan yang dialami dokter yang bekerja di puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Kotabaru.

Untuk pelayanan, bila di poli masih ada yang melaksanakan bisa jadi itu hanya perawat dan bidan. Sementara untuk dokternya terkecuali pelayanan gawat darurat.

Surat perintah berlaku hingga batas yang tak ditentukan.

Berikut isi dari surat perintah itu, dikutip dari surat digital yang juga dikirim IDI Provinsi Kalimantan Selatan kepada Banjarmasinpost.co.id

Sehubungan dengan:

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved