Mengenal Tradisi Bepalas Bidan di Batola

Generasi Milineal Tetap Laksanakan Tradisi Ini, di Batola Pasangan Muda Mudi Lakukan Bepalas Bidan

Secara singkat tradisi Bepalas Bidan dilakukan sebagai wujud syukur atas jasa bidan dalam melahirkan anak.

Generasi Milineal Tetap Laksanakan Tradisi Ini, di Batola Pasangan Muda Mudi Lakukan Bepalas Bidan
deskgram.net
Ilustrasi: Tradisi belapas bidan seperti ini masih melekat kuat di Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Secara singkat tradisi Bepalas Bidan dilakukan sebagai wujud syukur atas jasa bidan dalam melahirkan anak.

Secara umum sang bidan biasannya diberi suatu junjungan berupa beras segantang, rempah-rempah lengkap, kelapa, gula merah,telur, dan pisang.

Lalu, barang-barang tersebut kemudian ditaruh di suatu wadah untuk diberikan kepada bidan tersebut.

"Untuk generasi milenial sebagian mengerti makna tradisi bepalas bidan dan sebagaian kurang mengerti. Namun di Ulu Benteng pasangan muda yang baru punya anak tetap melaksanakan tradisi ini,” ujar Mahmud, warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola lainnya, Rabu (8/5/19).

Baca: Begini Cara Merangkain Piduduk, Ingat Sabut Kelapa Harus Dikupas Dahulu Lalu Ditusuk Jarum

Baca: Bayi Diberi Tampung Tawar Agar Tidak Mudah Diganggu Makhluk Jahat, Bagi Caranya

Baca: Tidak Boleh Melebihi 40 Hari, Tiap Bagian Piduduk Ternyata Punya Arti Pengharapan untuk Bayi

Baca: Usai Persalinan Bidan di Kabupaten Batola Diberikan Piduduk, Ternyata isinya Jarum, Benang & Uang

Dijelaskannya, sebagian pasangan muda saat ini saat ditanya soal tradisi bepalas bidan itu tidak tahu maknanya.

Mereka melaksnakan tradisi ini karena mengikuti jejak dari orangtua mereka atau mewarisi tradisi orang tetuha orang bahari (orang tua dulu).

“Sebagian generasi sekarang berpendapat, tradisi bepalas bidang pasti ada nilai positifnya. Minimal, pemberian piduduk akan mempererat hubungan kekeluargaan dengan bidan yang telah membantu proses persalinan,” katanya.

Dipaparkannya, ada yang menyatakan tradisi bepalas bidan merupakan warisan kerajaan Banjar dan saat ini mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Pemberian piduduk itu disamping sebagai balas jasa terhadap bidan, juga mengandung nilai nilai falsafah yang positif. Kelahiran anak itu diharapkan akan membawa berkah bagi warga sekitar.

Dengan pemberian piduduk, setidaknya keperluan sehari hari bidan yang telah membantu banyak dalam proses persalinan jadi terjamin. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved