Berita Kabupaten Banjar

Ini Dia Penyebab Kaki Kanan Khotim Warga Banjar Terserang Kanker Ganas, Awalnya Cuma Keseleo

Remaja 18 tahun, warga Desa Pasiraman, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar (Kalsel), ini terserang kanker ganas di betis kanannya.

Ini Dia Penyebab Kaki Kanan Khotim Warga Banjar Terserang Kanker Ganas, Awalnya Cuma Keseleo
Banjarmasinpost.co.id/idda royani
BEZUK -┬áRelawan kalangan mahasiswa dari Forum Komunikasi Mahasiswa Banjar (FKMKB) membezuk Khotim di RSUD Raza, Rabu (08_05_2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Penyakit datangnya memang kerap tak terduga. Pun penyebabnya juga sering tak pernah disangka sebelumnya.

Begitu pula derita kanker yang kini menggerogoti betis kanan (bagian lutut) Muhammad Khotim.

Remaja 18 tahun, warga Desa Pasiraman, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar (Kalsel), ini terserang kanker ganas. Dokter telah merekomendasikan amputasi sebagai satu-satunya solusi.

Bagaimana sebenarnya ihwal kejadiannya sehingga betis Khotim kena kanker ganas? "Awalnya cuma karena jatuh dari kendaraan," tutur Rahmaniah, ibunda Khotim, Rabu (08/05/2019) siang.

Ditemui di sela menjaga anak sang anak di Bangsal Bedah ruang Murai kelas III Pria, RSUD Ratu Zalecha (Raza), Martapura, Kabupaten Banjar, Rahmaniah mengaku tak menduga jika akhirnya kaki anak semata wayangnya itu terkena kanker.

Baca: Bayi yang Ditemukan di Kebun Cempedak Lianganggang Bati-Bati Diberi Nama Muhammad Tri Ramadhan

Baca: Besok, Tujuh Pekerja Warung Malam di Kabupaten Tapin yang Diciduk Satpol PP Diadili, Begini Sebabnya

Baca: Putranya Terserang Kanker Ganas di Betis dan Harus Diamputasi, sang Ibu Bersikap Seperti ini

Ia menceritakan, dulu pascajatuh dari motor yang menyebabkan betis sang anak keseleo, ia mengurutkan betis anaknya itu. Selain itu juga diolesi ramuan tradisional serta minum jamu tradisional pula.

Beberapa kali Khotim menjalani urut di betis yang bengkak dan keseleo karena tak kunjung pulih. Lama-kelamaan justru makin besar bengkaknya dan kian sakit.

"Setelah diperiksa oleh dokter di rumah sakit, katanya kena kanker akibat sering diurut. Andai setelah jatih itu disuntik katanya tak bakal begini," beber Rahmaniah sedih.

Kini dirinya sangat kalut karena dokter di RSUD Raza merekomendasikan agar kaki kanan anaknya segera diamputasi. Namun dirinya tak tega melihat jika harus melihat sang anak kehilangan satu kaki.

Apalagi anaknya itu punya obseesi ingin melanjutkan kuliah agar kelak nenjadi orang yang sukses. "Saat ini anak saya ini ikut Kejar Paket C. Setelah lulus maunya kuliah sambil agar bisa meringankan beban oranggua," tandas Rahmaniah.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved