Berita Kabupaten Banjar

Meski Alami Gangguan Jiwa, Pasien di Rumah Sakit Ini Juga Berpuasa

Walau kondisi kejiwaan tak sehat, tapi para pasien muslim di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum juga tetap melaksanakan kegiatan religius.

Meski Alami Gangguan Jiwa, Pasien di Rumah Sakit Ini Juga Berpuasa
Istimewa/Julianta untuk banjarmasinpost.co.id
ANTUSIAS¬†- Pasien jiwa RSJ Sambang Lihum antusias makan sahur di Bulan Ramadhan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Walau kondisi kejiwaan tak sehat, tapi para pasien muslim di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum juga tetap melaksanakan kegiatan religius.

Bahkan saat ini pun mereka juga menjalankan ibadah puasa. "Sudah sejak dulu. Di sini semua yang muslim berpuasa saat Ramadan, tak cuma pegawainya tapi juga pasiennya," ucap Dirut RSJ Sambang Lihum dr H IBG Dharma Putra MKM, Rabu (08/05/2019).

Dikatakannya, hal itu sekaligus menempatkan RSJ Sambang Lihum menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang selama Ramadan, pasien pun berpuasa.

Saat ini jumlah pasien di RSJ Sambang Lihum sebanyak 190 orang. Sebagiannya adalah pasien ketergantungan obat-obatan terlarang (narkoba). Sebagian besar beragama Islam.

Baca: Perempuan Pembuang Bayi di Lianganggang Tertangkap, Mengaku Bingung Lihat Bayi Tak Bergerak

Dharma mengatakan pihaknya memang selalu membiasakan pasien untuk aktif beraktivitas. Termasuk dalam hal pembinaan keagamaan. Karena itu pula saat tiba bulan suci Ramadan, juga turut menunaikan rukun Islam yang ketiga itu.

"Alhamdulillah berdasar pengalaman selama ini, semua lancar berpuasa selama sebulan penuh. Saat ini pun juga begitu," tandas Dharma.

Tak cuma berpuasa saja, selama Ramadan pasien jiwa setempat juga mengikuti kegiatan keagamaan lainnya yakni Yasinan atau membaca Surat Yaasin.

"Juga ada tausiah agama. Kebetulan ada tiga orang pegawai kami yang juga seorang ustadz yakni M Noor, Bahtiar, dan Mursidi," sebur Dharma.

Baca: Bayi Tri Ramadhan yang Ditemukan di Kebun Cempedak Lianganggang, Banyak yang Ingin Diadopsi

Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RSJ Sambang Lihum, Ahmad Jumaidi, menuturkan ada sekitar 30 orang pasien jiwa yang rutin mengikuti kegiatan Yasinan.

"Kegiatan ini dilaksanakan tiap hari mulai pukul 09.30 Wita. Selain Yasinan juga dilanjutkan tausiah singkat serta salawatan hingga jam istirahat siang," sebutnya.

Saat sahur pun semuanya juga antusias. Suasana keakraban pun juga kian rekat karena sama-sama bangun dinihari dan makan bareng melantai.

(banjarmasinpost.comid/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved