B Focus Banua Anam

Rata-rata Keluarga di Beberapa Desa di HSS Punya 30-60 Pohon Kelapa, Sebagian Digunakan untuk ini

Menurut Sekretaris Kecamatan Simpur, Nafarin, rata-rata per keluarga di desa-desa di kecamatan tersebut memiliki 30 sampai 60 pohon kelapa.

Rata-rata Keluarga di Beberapa Desa di HSS Punya 30-60 Pohon Kelapa, Sebagian Digunakan untuk ini
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (8/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Menurut Sekretaris Kecamatan Simpur, Nafarin, rata-rata per keluarga di desa-desa di kecamatan tersebut memiliki 30 sampai 60 pohon kelapa.

Sebagian dikonsumsi sendiri untuk usaha warung ketupat, sebagian besar dijual melalui pengepul.

Adapun harga per biji kelapa tua Rp 1.500 dan paling mahan Rp 3.000.

Jika pengepul memanjat sendiri antara Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per biji.

Pohon kelapa lokal, rata-rata baru bisa berbuah di usia 10 tahun.

Baca: Sama-sama Tergantung pada Buah Kelapa, Penggunaan ini yang Membedakan antara Dodol dan Ketupat

Baca: Dipercaya Menyimpan Rambut Nabi Muhammad SAW, Opick Mengaku Mimpi Lihat Bulan dan Bintang Jatuh

Baca: Keputusan Tak Terduga Ranty Maria Usai Diunfollow Ammar Zoni yang Nikahi Irish Bella, Udah Selesai!

Baca: Ahmad Dhani Baca Arti Surah Alquran Ini Saat Sidang, Suami Mulan Jameela Teriakkan Nama Wiranto

Menurut Sekcam Simpur, Nafarin, atas aspirasi masyarakat setempat, pihak kecamatan telah mengusulkan melalui Musrenbang untuk pengembangan tanaman kelapa, mengingat Simpur tak hanya membutuhkan kelapa untuk warung ketupat yang tersebar di kecamatan tersebut.

Tapi juga memasok kebutuhan industri dodol dan ketupat Kandangan, yang warungnya tersebar di Kandangan, sebagai kuliner khas andalan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved