Mengenal Tradisi Bepalas Bidan di Batola

Usai Persalinan Bidan di Kabupaten Batola Diberikan Piduduk, Ternyata isinya Jarum, Benang & Uang

PERKEMBANGAN dunia medis dan kedokteran makin pesat saat ini. Bahkan hingga ke kawasan pedesaaan, seperti di Ulu Benteng

Usai Persalinan Bidan di Kabupaten Batola Diberikan Piduduk, Ternyata isinya Jarum, Benang & Uang
http://kalimantan.onoffsolutindo.com
Tradisi belapas bidan seperti ini masih melekat kuat di Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERKEMBANGAN dunia medis dan kedokteran makin pesat saat ini. Bahkan hingga ke kawasan pedesaaan, seperti di Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola.

Dulu, warga Ulu Benteng, Kabupaten Barito Kuala (Batola) meminta bantuan dukun beranak atau bidan kampung dalam proses persalinan, dan itu dianggap hal lumrah atau biasa.

“Nah saat ini, puskemas pembantu (pustu) sudah lengkap pelayanannya. Banyak warga Ulu Benteng saat ini minta bantuan ke bidan puskemas dan atau rumah sakit. Meski warga melahirkan di bidan puskemas atau rumah sakit, tradisisi bepalas bidan masih tetap dilestarikan,” kata Sartin (70), warga Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, Rabu (8/5/19).

Baca: Kebiasaan Aneh Luna Maya Setiap Acara Pernikahan Syahrini dan Reino Barack, Sudah ke Lain Hati?

Baca: Dokter di Kotabaru Belum Teruma Tunjangan Sejak Tahun Lalu, IDI Kalsel Berikan Pernyataan Sikap

Dijelaskan Sartin, setelah bayi lahir melalui proses persalinan, maka biasanya tradisi belapas bidan dimulai.

Tradisi bepalas bidan itu lebih kepada penyerahan piduduk kepada bidan yang telah membantu kelahiran itu.

“Piduduk tersebut terdiri dari beras, kelapa, gula merah, jarum, benang, serta uang bengolan yang ditaruh di dalam bakul atau nampan tembaga,” kata Sartin. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved