Berita Banjarbaru

Alokasikan Rp 80 miliar untuk Kehutanan, Kadishut Kalsel Sebut Konsepnya Harus Ada Nilai Ekonomis

Program rehabilitasi hutan, tahun ini mendapatkan dukungan dana sebesar Rp80 miliar.

istimea/humas Dishut Kalsel
Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq saat Buka Puasa Bersama Gubernur Kalsel di Aula Bapelkes di Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Program rehabilitasi hutan, tahun ini mendapatkan dukungan dana  sebesar Rp80 miliar.

Program rehabilitasi hutan ini rencananya bakal dilaksanakan selama tiga tahun dengan luasan lahan 8.300 hektare.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq,  dana sebanyak itu untuk program selama tiga tahun yang dilakukan program tahun jamak alias multiyears.

Baca: SEBENTAR LAGI! Jadwal Buka Puasa Hari Ini 4 Ramadhan 1440 H, 9 Mei 2019 Jakarta, Bandung & Kota Lain

Baca: Bila Agustus 2019 Dana Ganti Rugi Tak Cair, Ini Ancaman Warga Pemilik Lahan Bendungan Tapin

Baca: Air Sungai Amandit Diduga Tercemar Penambangan, Pemkab HSS Segera Bentuk Tim Penanganan

Di sela Buka Puasa Bersama Gubernur Kalsel di Aula Bapelkes di Banjarbaru itu ia menegaskan
pada program rehabilitasi hutan harus memenuhi aspek ekonomi.

Kedepan program yang dilaksanakan ini memiliki nilai tambah, dari penanaman hingga melakukan perencanaan bisnis. Perencanaan bisnis yang dimaksud Hanif seperti analisa pasar ekonomi terhadap komoditas yang sedang dilakukan rehabilitasi.

"Rehab yang dilaksanakan harus selalu berorientasi bisnis untuk menjami pemeliharaan berkelanjutan. kalau hanya menanam tidak ada apa-apa nanti setelah ditanam ditinggal begitu saja. Kami tidak mau begitu makanya harus ada aspek ekonomi yang dikembangkan dalam rehab hutan,’’ tandas Hanif.

Menurut Hanif, kegiatan Kehutanan sudah mulai menunjukkan hasil, dimana lahan kritis berkurang jauh dari 640 ribu hektare jadi 511 ribu hektare.

Pada tahun 2018 lalu, lahan seluas 29.000 hektare lahan kritis berhasil ditanami. Pada tahun ini ditargetkan melalui program revolusi hijau tersebut kembali tertanami lahan kritis seluas 32.000 hektare.

Mantan Kadishut Tanbu itu menyatakan, kemarin Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya sangat mengapresiasi pembangunan kehutan di Kalsel.

"Kemarin Bu menteri kesini dan bangga dengan kekompakan kita. Beliau mengatakan yang dilaksanakan Kalsel lebih kuat dari yang lain dari segi rehabilitasi maupun konservasi.

Rehab daerah aliran sungai (DAS) di Kalsel lebih cepat dari yang diprediksi kementerian,’’ kata Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (19/5/2019).

Baca: Baru Lion Air Lapor Ekstra Flight ke Tiga Tujuan dari Banjarbaru, Dirlantas cek Persiapan Mudik 2019

Baca: Sinyal BTS di Pedalaman Banjar Lemah, Kadis KISP Banjar Farid Soufian Segera Surati Pihak Ini

Terpisah Gubernur H Sahbirin Noor menambahkan, ia dan jajaran terus berupaya mentransformasi sumber daya alam (SDA) tak terbarukan kepada SDA terbarukan.

Disebutnya, hutan adalah sebuah kekyaan bagi bangsa ini, oleh karena itu harus ditanam dan harus dipelihara. "Kalau kita tanam kita pelihara maka tentu kita akan mendapatkan hasilnya,’’ katanya.(banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved