Pemilu 2019

Bawaslu Banjar Proses Laporan Dugaan Manipulasi Penggelembungan Suara

Beberapa calon anggota legislatif Pemilu 2019 melaporkan dugaan kecurangan yang terjadi di daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Banjar

Bawaslu Banjar Proses Laporan Dugaan Manipulasi Penggelembungan Suara
banjarmasinpost.co.id/m hasby suhaili
Anggota Bawaslu Banjar, Syahrial Fitri menerima laporan dugaan kecurangan Pemilu di dapil 5 Kabupaten Banjar, Kamis (9/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rapat pleno tingkat Kabupaten yang digelar KPU Banjar sudah berakhir, namun Kantor Bawaslu Kabupaten Banjar di Martapura justru  tampak ramai, Kamis (9/5/2019).

Beberapa calon anggota legislatif Pemilu 2019 melaporkan dugaan kecurangan yang terjadi di daerah pemilihan (Dapil) 5 meliputi Kecamatan Paramasan, Cintapuri Darussalam, Pengaron, Simpangempat, Mataraman, Telagabauntung, Sambungmakmur, Sungaipinang.

Para caleg lengkap membawa berkas-berkas dugaan terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan Pileg di dapil 5 untuk menyampaikan laporan resmi agar segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu Banjar. Bahkan mereka berencana akan melaporkan perselisihan hasil suara tingkat kabupaten ke Mahkamah Konstitusi, serta DKPP.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Jumat 10 Mei 2019, Nasib Baik Pisces & Aquarius, Taurus Masih Belum Beruntung

Baca: Bupati HSS Pun Nominator Penerima, Penghargaan Kesejahteraan Lansia 2019 dari Kemensos

Baca: Bacaan Niat Sholat Tarawih Dalam Bahasa Arab dan Artinya di Malam Keempat Ramadhan 1440 H/2019

Baca: Sule Ungkap Wanita Spesial di Hatinya, Bukan Naomi Zaskia atau Baby Shima

Caleg yang mendatangi Kantor Bawaslu Banjar adalah dari Toar Yonas Pangemanan, Caleg PAN, Hj Erlina Ariyati, Caleg Demokrat, Hadi Maulana, dan H Heriadi. Kedatangan mereka diterima anggoa Bawaslu, Ramlianoor dan M Syahrial Fitri, selanjutnya staf Bawaslu memproses laporan yang mereka sampaikan.

Hj Erlina Ariyati mengatakan, maksud dan tujuan kedatangannya ke kantor Bawaslu di Jalan A Yani Km 36,5 Jalan Taisir RT. 04, RW.05, Kelurahan Jawa Kecamatan Martapura melaporkan dugaan kecurangan dan penggelembungan suara, terjadi di Paramasan, Cintapuri Darussalam, Sambungmakmur dan Mataraman.

"Semoga segera diproses dugaan kecurangan-kecurangan yang terjadi. Buat apa menggelar Pemilu Legislatif kalau semua sudah direkayasa politik di Kabupaten Banjar," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Hadi Maulana. Dia mengatakan seperti yang terjadi di Sungaipinang, para pemiih yang masuk bilik suara diarahkan oleh oknum aparat desa untuk mencoblos caleg tertentu, oknum tersebut berdiri dibelakang pemilih yang menggunakan haknya di bilik suara, terjadi di Desa Sumberbaru.

"Laporan lengkapnya sudah kami sampaikan kepada Bawaslu Banjar, kedatangan kami juga untuk menyoroti kinerja KPU Banjar yang dianggap meloloskan caleg yang mana dari segi kesehatannya tidak memenuhi syarat, tetapi justru lolos," timpal caleg lainnya yang datang ke Kantor Bawaslu Banjar, Aliansyah.

Anggota Bawaslu Banjar Divisi Penindakan, M Syahrial Fitri mengatakan, pihaknya menerima laporan dugaan manipulasi penggelembungan suara di empat kecamatan yakni Cintapuri Darsssalam, Simpangempat, Mataraman, Sungaipinang. Laporan lainnya tentang peristiwa dikeluarkannya Hj Erlina Ariyati dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemungutan Suara tingkat Kabupaten Banjar di Novotel beberapa waktu lalu.

"Kami dari Bawaslu Kabupaten Banjar akan melakukan proses penanganan pelanggaran, yang terlebih dulu mengkaji laporan-laporan yang masuk secara resmi. Terlebih dulu mengkaji laporan formil dan materiilnya apakah sudah terpenuhi, ada mekanisme prosedural yang dilakukan Bawaslu," katanya.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved