Berita Tapin

Bila Agustus 2019 Dana Ganti Rugi Tak Cair, Ini Ancaman Warga Pemilik Lahan Bendungan Tapin

Pertemuan warga Desa Pipitak Jaya dan Harakit Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin di Aula Kabinet Kantor Bupati Tapin berlangsung lancar.

Bila Agustus 2019 Dana Ganti Rugi Tak Cair, Ini Ancaman Warga Pemilik Lahan Bendungan Tapin
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Tanda tangan persetujuan pergantian rugi lahan bendungan Tapin di depan Kantor Bupati Tapin, Kamis (9/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pertemuan warga Desa Pipitak Jaya dan Harakit Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Aula Kabinet Kantor Bupati Tapin berlangsung lancar dan tertib.

Warga yang mendapatkan uang pergantian lahan mereka tercapai, sesuai nama pemilik dan luas lahan serta harga pergantian, meteka bertanda tangan di formulir.

Formulir itu disediakan panitia pengadaan lahan dari Kantor Pertanahan Kabupaten Tapin. Ada sekitar 330 bidang lahan yang dilakukan pergantian dan segera dicairkan apabila dokumen pendukung datanya lengkap.

Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin Bidang Pemerintahan, Muhammad Yunus mengaku awal pekan akan mendampingi perwakilan warga ke Jakarta menemui Lembaga Manajemen Aset Negara.

"Pemerintah mengawal. Perkiraan paling cepat Agustus realisasi pergantian," katanya.

Baca: Warga dari Dua Desa di Kabupaten Tapin Nguruk ke Kantor Bupati, Dengar Rp 1 Miliar Mereka Bersorak

Baca: NEWSVIDEO : Warga Terkena Proyek Pembangunan Bendungan Tapin Datangi Kantor Bupati

John Karliansyah selaku tokoh masyarakat Desa Pipitak Jaya dan Harakit memberi batasan Agustus 2019 itu batas akhir realisasi pencairan pergantian lahan warga.

"Kalau tidak cair setelah Agustus, proyek pembangunan bendungan Tapin ditutup total. Pencairan tahap ketiga ini termasuk lamban realisasinya," katanya.

Karli membenarkan selama ini, akses pengiriman material bahan bangunan tidak diperbolehkan melintas memasuki kawasan proyek karena pergantian rugi lahan milik warga belum direalisasi 80 persen.

"Sementara pembangunan bendungan Tapin realisasinya 80 persen. Anehnya pergantian rugi dari 623 bidang hanya 287 bidang terbayar," katanya.

Artinya separo saja belum, ujar Karli Jika 332 bidang dicairkan arti sama-sama 80 persen. "Kami khawatirkan jika tidak dituntut nasib warga sama dengan nasib warg yang terdampak pembangunan Riam Kanan hingga lahannya tidak diganti rugi," ujar Karli. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved