BUMI ANTALUDDIN

Bupati HSS Jadi Nominator Penerima Penghargaan Kesejahteraan Lansia 2019 dari Kemensos

Ketulusan Bupati Hulu Sungai Selatan H Achmad Fikry memberi perhatian kepada para lansia melalui kebijakannya, menarik perhatian tim penilai Kemensos

Bupati HSS Jadi Nominator Penerima Penghargaan Kesejahteraan Lansia 2019 dari Kemensos
banjarmasinpost.co.id/hanani
Bupati HSS dan tim Kemensos yang melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima penghargaan tokoh nasional Kesejahteraan Lansia 2019 saat memaparkan kebijakannya terhadap lansia, Kamis (9/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Ketulusan Bupati Hulu Sungai Selatan H Achmad Fikry  memberi perhatian kepada para lansia melalui kebijakannya, menarik perhatian tim penilai dari Kementerian Sosial, dalam rangka pemberian  penghargaan Kesejahteraan Lanjut Usia Nasional 2019.

Fikry menjadi salah satu nominator penerima penghargaan tersebut, bersama tiga kepala daerah lainnya di Indonesia berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian administrasi.

Kepala daerah tersebut, adalah Gubernur Jawa Barat, Walikota Bandung, Walikota Jami serta Bupati HSS. Kamis (9/5/2019) tim verifikasi calon penerima penghargaan untuk kategore perorangan untuk tokoh nasional tersebut, datang ke Kandangan, HSS untuk melakukan pemadanan atau verifikasi.

Selain verifikasi ke jajaran instansi pemerintahan, dalam hal ini kepada SKPD terkait, tim terdiri tiga orang perwakilan Kemensos tersebut melakukan verifikasi lapangan.

Tim terdiri Aprinadi, Diah Rusmalawati serta dr Lilis Niscici pakar lansia yang juga dosen UI, hadir sebagai anggota tim pakarpenilai pusat. Tim tersebut disambut Bupati HSS H AChmad Fikry, didampingi Pjs Sekda HSS serta Kadinsos HSS.

Setelah melakukan pertemuan di ruang kerja bupati, tim pun mendengarkan pemaparan Bupati HSS terkait kebijakannya terhadap lansia, dilanjutkan penjelasan para kepala dinas dan camat, terhadap teknis pelaksanaan kebijakan tersebut.

Bupati HSS mengawali pemaparannya, dengan penjelasan profil Kabupatem HSS, yang kini berpenduduk 235.217 jiwa. Menurut Fikry, terjadi peningkatan usia harapan hidup, dari lima tahun lalu 63,5 tahun menjadi rata-rata maksimal 68 tahun. Peningkatan tersebut dibarengi meningkatnya pertumbuhan ekonomi HSS 6 persen, di atas rata-rata nasional  dengan penurunan angka kemiskinan dari 6,67 menjadi  5,58 persen.

Tim Kemensos yang melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima penghargaan tokoh nasional Kesejahteraan Lansia 2019 saat memaparkan kebijakannya terhadap lansia, Kamis (9/5/2019)
Tim Kemensos yang melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima penghargaan tokoh nasional Kesejahteraan Lansia 2019 saat memaparkan kebijakannya terhadap lansia, Kamis (9/5/2019) (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Khusus penduduk lansia, kebanyakan  dari golongan ekonomi tak mampu dan rata-rata tinggal sendiri sehingga masuk kategori miskin. “Miskin dalam arti tak terjamin ketersediaan pangan, jaminan kesehatan dan secara papan tak layak. Berdasarkan kondisi tersebut, sebagai kepala daerah Bupati menyatakan membuat kebijakan untuk melindungi kepentingan lansia tersebut.

Selain program PKH, bantuan langsung non tunai, pemerintah kabupaten HSS membuat kebijakan pemberian beras gratis, yang telah dilaksanakan selama lima tahun lalu. Pemkab HSS melalui APBD, juga memberikan jatah hidup lansia, berupa uang tunai Rp 225 ribu per orang per bulan, yang diserahkan per enam bulan, bagi lansia miskin yang tak produktif lagi dengan jumlah 9724 orang sejak 2013.

Sedangkan bagi yang masih produktif,diberikan bantuan modal usaha ekonomi produktif, yang 2019 ini ada 25 keluarga penerima.

“Mengapa kami harus mengayomi lansia? Karena jika umur kita panjang, kita semua akan mengalami masa tua. Harapannya tentu saja tetap bisa hidup mandiri,”kata Bupati HSS. Fikry menyebut sikap pedulinya terhadap lansia, juga karena sering menemukan hal yang membuat dirinya terenyuh.

Suatu hari dalam kunjungan kerja, dia menerima informasi ada lansia yang ditelantarkan anak-anaknya. “Kondisi tersebut juga membuat rasa kemanusiaannya tergugah, hingga dalam tiap kunjungan ke perdesaan, menyempatkan diri berkomunikasi dengan para lansia, menghibur mereka dan mengajak bercanda.

"Lansia itu tak hanya membutuhkan sandang, pangan papan. Tapi juga perhatian dari orang-orang di sekitarnya, khususnya anak-anaknya,”ungkap Fikry. Pada pertemuan di Aula Rakat Mufakat Kantor BupatI HSS tersebut, sejumlah camat pun meyakinkan kepada tim verifikasi, bahwa Bupati HSS memang seorang penyayang kepada lansia.

Sementara itu, Aprinadi, salah satu anggota tim verifikasi menyatakan, penghargaan dalam rangka Hari Lansia Nasional 2019, menjelaskan, ada empat kategori penghargaan tersebut, yaitu perseorangan tokoh masyarakat, perseorangan tokoh nasional, keluarga dan lembaga kesejahteraan sosial.

“Agar penilaiannya objektif, setelah ini kami melaksanakan verifikasi lapangan,”kata Aprinadi. (*/AOL)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved