Berita HSU

Mobil BPOM Keliling awasi Pasar Wadai, di HSU Temukan 4 Sampel Mengandung Bahan Berbahaya

Pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di pasar wadai saat Ramadan ini terus dilakukan kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

Mobil BPOM Keliling awasi Pasar Wadai, di HSU Temukan 4 Sampel Mengandung Bahan Berbahaya
BPOM HSU untuk Banjarmasinpost.co.id
Mobil BPOM Keliling awasi Pasar Wadai, di HSU Temukan 4 Sampel Mengandung Bahan Berbahaya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di pasar wadai saat Ramadan ini terus dilakukan kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Dimana sejak Rabu (8/5/2019) petugas BPOM di Kabupetan HSU melakukan pemeriksaan terhadap sample makanan dan minuman di berbagai pasar di Kabupaten Tabalong.

Kepal Kantor Badan POM di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Bambang Hery Purwanto S.Farm, Apt kepada Banjarmasinpost.co.I'd, Kamis (9/2/2019) siang mengatakan pihaknya dari Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong melaksanakan kegiatan Pengawasan Bahan Berbahaya dan Inspeksi Sampling Keamanan Pangan Pasar Ramadhan di Kabupaten Tabalong.

Dalam pengawasan ini pihaknya langsung menggunakan Mobil Laboratorium Keliling dan pemeriksaan sampel makanan dan minuman dari para pedagang.

Baca: Menu Sahur Bahan Telur ala Juara Master Chef Indonesia, Cocok Dicoba untuk Puasa Ramadhan 1440 H

Baca: Menu Sahur Bahan Telur ala Juara Master Chef Indonesia, Cocok Dicoba untuk Puasa Ramadhan 1440 H

Baca: Dimas Beck Bikin Vlog Bareng Ririn Ekawati, Netizen Ribut dan Doakan Keduanya Jalin Asmara

Untuk hari pertama Hari pertama 8/5/2019) antara lain di Pasar Wadai di Kabupaten Tabalong seperti Murung Pudak, Samsat, Mabu'un (expo), Muara Uya, Pasar Ramadhan Plaza Barunak, dan Pasar Kapar.

"Jumlah sampel 103 sampel hadilnua 99 sampel MS (Memenuhi Ketentuan) 4 sampel TMK (Tidak Memenuhi Ketentuan) karena positif mengandung bahan berbahaya pewarna tekstil Rhodamin B, yakni sirup 2, mutiara 1 agar-agar 1," paparnya.

Kegiatan ini yakni khsus pengawasan pasar wadai Ramadhan se Indonesia dimana Langsung di uji menggunakan mobil labotarium keliling kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Rencananya untuk Kamis (9/5/2019) mereka akan ke wilayah Kelua Tanjung.

Menurutnya untuk pedagang yang menjual wadai mengandung bahan berbahaya diberi peringatan dan dikakukan pembinaan untuk mengganti pewarna tekstil rhondamin B dengan pewarna makanan yang sudah ada ijin BPOM.

(Banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved