Berita Tapin

Terbukti Lakukan Perbuatan Asusila, Delapan Pekerja Warung Malam Didenda Hakim Rp 200 Ribu

Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Rantau, memutus perkara tindak pidana ringan, masing-masing membayar denda Rp 200 ribu

Terbukti Lakukan Perbuatan Asusila, Delapan Pekerja Warung Malam Didenda Hakim Rp 200 Ribu
Dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin untuk BPost
Suasana sidang tindak pidana ringan terhadap delapan perempuan yang terjadi razia di Pengadilan Negeri Rantau, Kamis (9/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Delapan pekerja warung malam yang dituntut penyidik pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin terbukti melanggar peraturan daerah Kabupaten Tapin.

Hakim tunggal pada Pengadilan Negeri Rantau, memutus perkara tindak pidana ringan, masing-masing membayar denda Rp 200 ribu dan biaya perkara Rp 5 ribu, Kamis (9/5/2019).

Penyidik pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Yus Sudarmanto dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id membenarkan terkait hasil sidang terhadap delapan pekerja warung.

"Masing-masing membayar denda Rp 200 ribu dan biaya perkara masing-masing Rp 5000 karena terbukti berbuat asusila," katanya.

Baca: NEWSVIDEO : Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Musnahkan Benih Impor Ilegal

Baca: Jadwal Paling Lambat Pembayaran THR Lebaran 2019 Diungkap Menaker, Simak Cara Hitungnya

Baca: Ciri-ciri Rian Subroto Diungkap Vanessa Angel di Kasus Prostitusi Artis, Beda dengan Versi Polisi?

Tak hanya itu, Yus Sudarmanto menegaskan personel Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin memberi segel larangan berdagang di lima buah warung malam di Jalan Houling Nes 17 Desa Rumintin, Kecamatan Tapin Selatan.

"Ini sebagai efek jera bagi pada pelanggaran perda dan edaran Bupati Tapin agar menjaga situasi ramadan di Kabupaten Tapin," katanya.

Seperti diwartakan sebelumnya, personel gabungan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin bersama Satsabhara Polres Tapin menggelar operasi rahasia.

Baca: Amarah Lucinta Luna Saat Akan Dipakaikan Hijab Oleh Ria Ricis, Sempat Menyangka Baju Koko

Hasilnya, sembilan perempuan terjaring dalam operasi tersebut. Hasil penyelidikan pelaku diduga tak hanya berkerja sebagai pramusaji di warung malam.

Tapi lebih dari itu usaha sampingan diduga sebagai pekerja seks komersil apabila diajak pria hidung belang ataupun lelaki mata keranjang.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved