Berita Banjar

Toko di Pasar Batuah Dibakar, Ini Dua Pelaku Pembakar yang ditangkap Satreskrim Polres Banjar

Hadi membakar toko tempatnya bekerja karena sakit hati diberhentikan. Bekerja sejak Maret 2018 lalu, setiap hari mendapatkan gaji sekitar Rp 100 ribu.

Toko di Pasar Batuah Dibakar, Ini Dua Pelaku Pembakar yang ditangkap Satreskrim Polres Banjar
banjarmasinpost.co.id/m hasby suhaili
Kanit Pidum Satreskrim Polres Banjar, Ipda Andi Kohar saat memeriksa dua tersangka pembakaran toko di Pasar Batuah, Kamis (9/5) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Duduk di lantai ruang Pidana Umum Satreskrim Polres Banjar, Hadi Supriyatna alias Laura (23) sesekali menahan perih akibat luka bakar yang mengenai bagian tangan kanannya, sebagian muka, dan kaki, Kamis (9/5).

Luka bakar itu didapatnya saat menghidupkan mancis rokok untuk menyalakan api yang menghanguskan toko penjual hiasan perkawinan di Pasar Batuah Martapura, Rabu (8/5) pukul 02.00 wita.

Sebelum membakar toko, lebih dulu Hadi membeli Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sekitar alun-alun Ratu Zalecha Martapura pada tengah malam itu.

Baca: Ini Alasan Muslim Harus Bersyukur Bisa Temui Ramadan, Begini Penuturan Ustaz H Aspiani Norhasani

Baca: Tolong Personel Dishub Batola, Warga Kuripan Batola Ini Malah Tenggelam di Sungai Barito

Baca: Alokasikan Rp 80 miliar untuk Kehutanan, Kadishut Kalsel Sebut Konsepnya Harus Ada Nilai Ekonomis

Dia melakukan aksinya tidak seorang diri, melainkan dibantu seorang rekannya bernama Rendy Agus Wardana alias Brenda (27).

Hadi membakar toko tempatnya bekerja karena sakit hati diberhentikan. Bekerja sejak Maret 2018 lalu, setiap hari mendapatkan gaji sekitar Rp 100 ribu.

"Saya diberhentikan hanya karena gara-gara saat disuruh mengambil laundry, celanya tertinggal. Kemudian saya menceritakan kepada Rendy," katanya, Kamis (9/5).

Lanjut Hadi, atas usul Rendy agar mencuri pakaian pengantin yang ada di dalam toko tersebut untuk dijual kembali. Membakar toko dengan tujuan ingin menghilangkan jejak, dengan menyiramkan Pertalite satu liter lebih, karena tidak ada korek kemudian menyalakan dengan mancis hingga ternyata meledak dan mengenai tubuhnya.

Seusai melakukan aksinya, dipagi harinya, keduanya kemudian mendatangi calon pembeli baju pengantin yang dicurinya tersebut. Ternyata naas bagi keduanya, belum sempat menikmati uang hasil penjualan baju pengantin yang dicuri, sudah diringkus anggota Resmob Satreskrim Polres Banjar.

"Menyesal atas kejadian ini. Yang mencarikan calon pembeli baju pengantin yang kami curi adalah Rutbaby alias Rudy yang hingga kini masih melarikan diri," tambah Rendy diamini Hadi.

Hadi menambahkan, baju pengantin yang dicuri itu rencananya dijual dengan harga Rp 2.100.000, masing-masing akan menerima Rp 500 ribu dan Rp 100 ribu untuk Rudy karena sudah mencarikan pembelinya.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan membenarkan pihaknya mengamankan dua orang yang dijerat pasal 170 melakukan kekerasan terhadap barang dan pencurian dengan pemberatan. Mendapati laporan terjadi kebakaran yang mencurigakan, akhirnya menugaskan anggota menyelidiknya.

Anggota pun langsung ke lokasi kejadian pada Rabu (8/5). Hasil penyedilikan dari lokasi kejadian, gembok toko tidak ada dan hasil keterangan saksi-saksi ada melihat dua orang tersebut sebelum kebakaran mengangkut baju-baju pengantin, selanjutnya melakukan penelusuran hingga akhirnya mendapat informasi ada yang mau menjual baju pengantin.

Baca: Bila Agustus 2019 Dana Ganti Rugi Tak Cair, Ini Ancaman Warga Pemilik Lahan Bendungan Tapin

Baca: Pelaku ini Pukul Pelajar Saat Santai di Pantai Kemudian meminta HP beserta Sandinya

"Langsung kami lacak dan ternyata mendapati dua orang tersebut," ucap AKP Sofyan didampingi Kanit Pidum Satreskrim Polres Banjar, Ipda Andi Kohar.

Andi Kohar menambahkan, ternyata korbannya bukan hanya Akhmad Sufyan (43) saja, masih ada lainnya dan pihaknya saat ini melakukan pengembangan kasusnya. Pihaknya juga melakukan pengejaran terhadap salah seorang rekan mereka, yang dikenal bernama Rudy tersebut.

Diberitakan sebelumnya, tiga buah toko di Pasar Batuah Martapura terbakar, Rabu (8/5) sekitar pukul 03.30 wita. Ketiga toko itu adalah menjual hiasan-hiasan perkawinan, salah satunya toko bernama H Iyan Sofie dan toko milik Supian. Beruntung, barisan pemadam kebakaran cepat memadamkan api. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved