Berita Banjarmasin

Turun Kejalanan, Para Mahasiswa Ini Tuntut Santunan Untuk Pejuang Demokrasi

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se Kalsel ramai datangi Kantor KPU Provinsi Kalsel

Turun Kejalanan, Para Mahasiswa Ini Tuntut Santunan Untuk Pejuang Demokrasi
Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Para mahasiswa yang tergabung di Aliansi BEM se Kalsel melakukan audiensi dengan pihak KPU Provinsi Kalsel melakukan audiensi dengan pihak KPU Provinsi Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se Kalsel ramai datangi Kantor KPU Provinsi Kalsel, di Jalan A Yani, KM 4 Banjarmasin, Kalsel, Kamis (9/5) sore.

Mereka menyuarakan tuntutan mengenai keadilan untuk pejuang demokrasi.

Kedatangan pasukan mahasiswa yang mengenakan almamater dari kampus mereka itu langsung dihadang oleh pihak kepolisian.

Mereka nampak emosi saat mengetahui belum adanya perwakilan dari KPU Provinsi Kalsel yang menemui kelompok tersebut.

Baca: Begini Pemkab Tanahbumbu Mengisi Ramadhan 1440 H, Gelar Tadarus dan Tausiah

Baca: Tak Hanya Beri Pengobatan, Petugas Biddokkes Ini pun Turun ke Jalan Beri Takjil ke Pengendara

Baca: Sidak Pasar Wadai di Tabalong, BPOM Temukan Makanan Mengandung Bahan Berbahaya Pewarna Tekstil

Para mahasiswa sempat dibuat menunggu hingga kedatangan perwakilan KPU Kalsel. Mereka diminta menunggu 10 menit untuk kedatangan tersebut.

Namun rupanya, kekecewaan terlambat kedatangan itu membuat para mahasiswa terlihat berontak. Mereka nampak memaksa untuk menuju kantor KPU Provinsi Kalsel dan mulai adu dorong dengan pihak kepolisian.

Pada moment tersebut, pihak kepolisian kembali meminta puluhan mahasiswa itu bersabar. Hingga selang beberapa menit, nuansa yang awalnya nampak panas, sudah kembali dingin. Meski terlihat tetap ada pemaksaan dari para mahasiswa untuk menuju kantor penyelenggara Pemilu itu.

Lantas, beberapa saat kemudian, perwakilan KPU Provinsi Kalsel pun datang menemui mereka. Komisioner KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah dan Siswandi muncul di tengah aksi tersebut. Mahasiswa pun nampak mulai tenang meski sempat meminta untuk membicarakan tuntutan mereka melalui audiensi.

Koordinator lapangan aksi dari BEM se Kalsel, Taufik Hidayat menyuarakan tuntutan mereka. Menyebut atas nama masyarakat, para mahasiswa ini menghendaki adanya demokrasi yang sesuai aturan. Serta mendorong KPU untuk lebih peduli terhadap pejuang demokrasi.

Ditambahkan pula oleh Koordinator BEM se Kalsel, Ghulam Reza, saat ini telah banyak pahlawan demokrasi yang meninggal dunia. Mereka merupakan KPPS maupun PPS pada tingkat kabupaten dan kota.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved