Berita Tapin

Warga dari Dua Desa di Kabupaten Tapin Nguruk ke Kantor Bupati, Dengar Rp 1 Miliar Mereka Bersorak

Massa mendatangi Kantor Bupati Tapin di Jalan Brigjend Hasan Basri, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kamis (9/5/2019).

Warga dari Dua Desa di Kabupaten Tapin Nguruk ke Kantor Bupati, Dengar Rp 1 Miliar Mereka Bersorak
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Massa mendatangi Kantor Bupati Tapin di Jalan Brigjend Hasan Basri, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kamis (9/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Massa mendatangi Kantor Bupati Tapin di Jalan Brigjend Hasan Basri, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kamis (9/5/2019).

Aula Kabinet Kantor Bupati tak mampu menampung massa yang merupakan pemilik lahan yang terkena proyek pembangunan bendungan Tapin dari dua desa, yaitu Desa Pipitak Jaya dan Desa Harakit di Kecamatan Piani.

Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Tapin, HM Yunus, Dandim 1010/ Rantau, Letkol Inf Rio Neswan dan Kasat Intelkam Polres Tapin, AKP Sodik dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tapin, Syamsu Wijana menemui warga tersebut.

Turut mendampingi kedatangan warga itu, Camat Piani, Muhammad Nor, Kepala Desa Pipitak Jaya dan Harakit serta anggota Polsek Piani tak berseragam dinas.

Warga beralasan mendatangi Kantor Bupati Tapin sesuai hasil pertemuan sebelumnya yang menyepakati terjadi penetapan bentuk pergantian rugi lahan.

Baca: Sabu & Ekstasi Digabung Jadi Satu Lalu Diblender, Polres Tanahbumbu Musnahkan Barbuk Tangkapan Besar

Baca: Syahrini Hanya Sajikan 2 Masakan Sederhana Untuk Sahur Reino Barack, Aisyahrani Sebut Kata Menyerah

Baca: Terkam CCTV Pukul Pegawai Hotel di Surabaya, Pilot Lion Air Ini Ditahan di Mapolrestabes Surabaya

Antusias warga menyimak paparan soal pergantian rugi lahan dari Syamsu Wijana. Rasa senang warga terpancar karena nama dan luas lahan serta nilai rupiah pergantian disebut petugas dari Kantor Pertanahan Kabupaten Tapin.

Warga bersorak ketika petugas menyebut nilai pergantian hingga Rp 1 miliar. Panitia pengadaan lahan meminta persetujuan massa yang hadir untuk tanda tangan sesuai nama dan luas lahan serta nilai rupiah pergantian yang disebut.

"Bentuk pergantian rugi lahan akan diserahkan Pemerintah dalam bentuk deposito dan surat berharga lainnya. Apabila warga tidak setuju dengan bentuk ganti rugi lahan akan dititipkan di Pengadilan Negeri Rantau," kata Syamsu Wijana.

John Karliansyah, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Tapin mengaku senang karena perjuangan warga akhirnya tercapai.

"Warga hanya meminta lahannya yang digarap pelaksana proyek bendungan Tapin agar segera membayar uang ganti," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved