Berita Banjarmasin

18 Siswa Asal Kalsel Dapat Nilai Nol di UNBK SMA/SMK 2019, Yusuf Effendi: Diduga Karena Curang

UNBK 2019 untuk jenjang SMA/SMK se-Kalsel akan diumumkan secara serempak oleh sekolah masing-masing pada Senin (13/5/2019).

18 Siswa Asal Kalsel Dapat Nilai Nol di UNBK SMA/SMK 2019, Yusuf Effendi: Diduga Karena Curang
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Yusuf Effendi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - UNBK 2019 untuk jenjang SMA/SMK se-Kalsel akan diumumkan secara serempak oleh sekolah masing-masing pada Senin (13/5/2019).

Namun sebelum pengumuman itu, di Kalsel sudah ada terindikasi laporan kecurangan. Terdeteksi ada 18 laporan yang masuk ke Inspektorat Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena itu Inspektorat juga menyurati Disdik untuk laporan kecurangan tersebut.

Kadisdikbud Kalsel H M Yusuf Effendi tak menampik jika adanya laporan dugaan kecurangan itu.

"Kita awalnya langsung dapat surat dari Inspektorat Jendral. Setelah kita kroscek memang bener ada dugaan kecurangan itu. Kalsel termasuk dari 25 Provinsi lainnya yang dilaporkan ada kecurangan. Jadi bukan Kalsel saja," kata H M Yusuf Effendi, Jumat (10/5/2019).

Menurut dia, sebanyak 18 laporan itu diberikan kepada 18 siswa dan oleh Inspektorat sudah ditindaklanjuti dengan diberikan sanksi.

Baca: Beda Pendapat Raffi Ahmad dan Hotman Paris Soal Pilih Ayu Ting Ting atau Nagita Slavina

Baca: Bawaslu Kabupaten Banjar Kembali Terima Aduan Caleg, Dugaan Penggelembungan Suara di Dapil 5

Baca: Bukti Luna Maya Ingkari Janji pada Suami Syahrini, Reino Barack Terungkap, Raditya Dika Jadi Saksi

"Rata rata laporannya adalah memoto soal di layar komputer. Nah itu ketahuan oleh Inspektorat Jendral dan diberi hukuman dapat nol. Setelah kita kroscek kepada hasil UNBK dan memang nol yang ditengara curang ini," kata HM Yusuf Effendi.

Dia menyesalkan akan adanya laporan ini langsung ke Inspektorat jendral. Harusnya cukup diselesaikan ditinfkat sekolah dan Provinsi tak perlu ke pusat.

" Sebab kan UNBK tak lagi jadi alat ukur kelulusan, "kata dia.

Disinggung siapa dan sekolah mana mana 18 anak atau peserta UNBK yang curang tersebut Yusuf enggan menyebutkan." Yang jelas laporan dari Banjarmasin dan Tanah Laut dari dua daerah itu saja, " kata Yusuf Effendi.

Apakah ke 18 siswa tersebut tidak lulus sekolah? Yusuf pun menyerahkan sepenuhnya kewenangan tersebut ke pihak sekolah.

"Ya tak diluluskannya tergantung dari sekolah. Karena itu hak sekolah. Kelulusan siswa ditentukan dari hasil musyawarah atau rapat dewan guru, bukan lagi gari UNBK. UNBK pun Agustus ada remidial kan," kata Yusuf. (banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved