Pemilu 2019

Data Rekapitulasi Banjar Bermasalah, Rapat Pleno KPU Kalsel Diskors Hingga Pukul 02.30 Dinihari

Rapat Pleno Terbuka Tentang Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi , penyampaian dari KPU Kabupaten Banjar menuai protes.

Data Rekapitulasi Banjar Bermasalah, Rapat Pleno KPU Kalsel Diskors Hingga Pukul 02.30 Dinihari
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
KPU Kabupaten Banjar bersama KPU Provinsi Kalsel memeriksa hasil rekapitulasi perolehan perhitungan suara untuk Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hal yang diperkirakan oleh Komisioner KPU Provinsi Kalsel, Hatmiati, akhirnya terjadi. Ia sempat memprediksi akan terjadi alotnya proses rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara ketika penyampaian dari Kabupaten Banjar.

 Rapat Pleno Terbuka Tentang Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi , penyampaian dari KPU Kabupaten Banjar menuai protes.

KPU Kabupaten Banjar mendapat kesempatan sebagai KPU tingkat kota dan kabupaten terakhir yang menyampaikan hasil rekapitulasi. Mereka mulai membacakan di tengah peserta rapat pada sekitar pukul 22.30 wita, Kamis (9/5/2019).

Hingga hampir tengah malam, menjelang pukul 00:00 wita, penyampaian berakhir. Namun rupanya hal itu menjadi panjang.

Karena dalam rekapitulasi yang disampaikan sempat diprotes oleh saksi dari Partai Kebangkitan Bangsa. Pasalnya jumlah suara yang disampaikan oleh KPU Kabupaten Banjar tidak sesuai.

Baca: Ramadhan 1440 H, Enda Ungu dan Putrinya, Zara Leola Rilis Lagu Religi, Lagi-lagi Terkendala Bahasa

Baca: Arsenal ke Final Liga Europa : Hasil Akhir Valencia vs Arsenal, Skor Akhir 2-4, Aubameyang Hattrick

Baca: Donor Darah di Bulan Ramadhan Ternyata Bermanfaat, Tetapi Harus Memperhatikan 4 Hal ini

Lantas, setelah diteliti, KPU Provinsi Kalsel menyatakan kesalahan angka itu memang terjadi. Bahkan menimbulkan selisih suara. Akhirnya, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan itupun harus ditunda hingga pukul 02.30 wita, Jumat (10/5/2019).

Terlebih, kesalahan yang tejadi nampaknya tidak hanya satu. Ada pula insiden data hasil rekapitulasi pada satu kecamatan di Kabupaten Banjar tidak terinput.

Bahkan, Bawaslu Provinsi Kalsel menemukan hal yang tidak wajar pada rendahnya tingkat suara tidak sah untuk pilpres dibandingkan pemilihan DPD dan DPRD. Selain itu dianggap tidak sinkron dengan bukti DA-1 milik para saksi yang merupakan salinan dari kecamatan.

Lantas, KPU Provinsi Kalsel pun langsunh bertindak, pihakny menugaskan penjemputan untuk PPK pada kecamatan yang bersangkutan.

Saksi dari PKB, Hormansyah menyampaikan memang ada terjadi kesalahan input, namun hanya lingkup internal. Terlebih total suara dari PKB ujarnya tidak berubah.

Baca: Ini Doa & Anjuran Nabi Muhammad SAW Saat Sahur, Ini Niat Puasa Ke 5 Ramadhan 1440 H

Baca: Reaksi Aneh Gisella Anastasia Saat Gempita Puji Cantiknya Sophia Latjuba di Ultah Gading Marten

"Ini kan masalah internal PKB dan disini kami mencari kebenaran. Ini juga berkenaan dengan mungkin saja ada kesalahan ketik dan tulis. Tapi kami memaklumi kondisi saat ini. Dimana kawan KPU sudah sudah berusaha mendapatkan angka," ucap Horman.

Jelasnya, meski jumlah total keseluruhan suara untuk PKB tidak berubah, namun terjadi penggelembungan pada Caleg nomor urut tiga. Tapi suara partai tetap.

Selain itu ada 400 suara selisih dari Caleg PKB yang merugikan untuk Caleg lainnya.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved