Kriminalitas Banjarmasin

Kuasa Hukum Habib Abdurrahman Minta Adhariani Hentikan Fitnah, Prof Denny: Tuduhan Tidak Berdasar

Profesor Denny Indrayana terlihat muncul di Polda Kalimantan Selatan, Jumat (10/5) bersama calon anggota DPD Habib Abdurrahman Bahasyim

Kuasa Hukum Habib Abdurrahman Minta Adhariani Hentikan Fitnah, Prof Denny: Tuduhan Tidak Berdasar
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Prof Denny Indrayana bersama Habib Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua saat di polda kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Profesor Denny Indrayana terlihat muncul di Polda Kalimantan Selatan, Jumat (10/5) bersama calon anggota DPD Habib Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua.

Sebagai kuasa hukum mendampingi Habib Abdurrahman Bahasyim, berikut pernyataan lengkap Denny Indrayana.

"Adhariani, berjiwa besarlah, hentikan fitnah, " tulis Prof Denny kepada reporter banjarmasinpost.co.id.

"Indrayana Centre for Government, Constitution and Society, sebagai kuasa hukum dari Habib abdurrahman Bahasyim telah melaporkan dugaan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Saudara Adhariani kepada klien kami tersebut. Laporan dimasukkan di Polda Kalsel," katanya.

Dia mengatakan, laporan tersebut dilakukan sebagai Warga Negara Indonesia yang taat hukum, karena hak dan kehormatan telah dirusak oleh Adhariani melalui penyebaran fitnah bahwa melakukan praktik politik uang.

Baca: Ramadan 1440 H, Gulat Makin Tingkatkan Tensi Latihan, Zulhaidir: Ingin Ujicoba Keluar

Baca: Irish Bella Kembali Terciduk Tampil Berhijab Bersama Ammar Zoni, Mantap Hijrah Setelah Nikah?

Baca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jumat (10/5) di Jakarta Bandung Surabaya di Ramadhan 1440 H

"Tuduhan mana sangat tidak berdasar dan karenanya, harus kami hadapi dengan langkah hukum, salah satunya dengan laporan kepada Polda Kasel tersebut," katanya.

Dikatakannya, percaya jika Polda Kalsel akan menangani kasus ini secara cepat dan profesional. "untuk mengembalikan harkat dan martabat yang telah dirusak oleh tindakan fitnah Saudara Adhariani tersebut," katanya.

Pihaknya juga percaya, Bawaslu Kalsel akan menjaga independensinya, dan bekerja secara profesional untuk mengecek laporan Adhariani, "yang secara jelas tidak memenuhi baik syarat formil ataupun materiil untuk dilanjutkan. Kami meminta Bawaslu tetap bekerja dengan imparsial agar menghasilkan keputusan yang adil, dengan menolak laporan tidak berdasar tersebut," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved