Berita HSS

PDAM HSS Sebut Kekeruhan Air Sungai Amandit Masih Ambang Batas Layak Diproses untuk Bahan Air Baku

Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Hulu Sungai Selatan, mengakui kondisi air sungai Amandit saat ini sering berubah nenjadi keruh, tak lagi hanya saat

PDAM HSS Sebut Kekeruhan Air Sungai Amandit Masih Ambang Batas Layak Diproses untuk Bahan Air Baku
banjarmasinpost.co.id/pramita
Sungai Amandit 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Hulu Sungai Selatan, mengakui kondisi air sungai Amandit saat ini sering berubah nenjadi keruh, tak lagi hanya saat hujan deras, tapi juga saat kondisi tidak turun hujan.

Untuk itu, PDAM terus berkoordinasi dengan Bidang Lingkungan Hidup Dinas Perumahan Rakyat Wilayah Permukinan dan Lingkungan Hidup HSS, terkait laporan hasil.

Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan air masih layak diolah menjadi air bersih layak konsumsi. ‎

"Soalnya PDAM belum memiliki Lab sendiri, jadi kami masih tergantung hasil laporan pemeriksaan bulanan lab milik bidang Lingkungan Hidup," kata Direktur PDAM HSS, Arif Budiman, dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Jumat (10/5/2019).

Disebutkan, pemeriksaan terhadap sampel hasil air bersih ke pelanggan, juga telah dilakukan PDAM, dengan mengambil sampel di enam sampai 10 rumah, sebulan yang lalu.

"Hasil lab-nya masih layak konsumsi,"katanya.

Meski demikian, kata Arif jika terus menerus kondisi air sungai keruh, pihaknya belum bisa memastikan ke depan, apakan masih layak dijadikan bahan baku Air bersih PDAM.

Baca: Kartika Putri Pilih Tetap Puasa di Ramadhan 1440 H Meski Hamil, Berikut Makanan Aman Bagi Bumil

Baca: Menebang Pohon agar Aman dari Gangguan Mahluk Gaib, Ini Tips yang Harus Dilakukan

Baca: Blak-blakan Reino Barack Sebut Keluarganya Makin Kagumi Syahrini yang Beri Kejutan Lagu Menikah

Baca: Nasib Andre Taulany Terima Sanksi NET TV Atas Dugaan Penistaan Agama? Lihat Akun IG Erin Taulany

"Untuk saat ini, diatasi dengan meningkatkan bahan tawas dan PAC, bahan penjernih air. Konsekwensinya boros bahan penjernih sehingga biaya produksi pun meningkat,"katanya. Pihaknya berharap, masalah air sungai ini cepat tertangani, untuk kelangsungan pasokan air bersih ke pelanggan. Petugas lapangan PDAM yang memantau masalah air, diakui Arif kadang kesulitan memantau perubahan warna air, karena kadang bisa juga tengah malam kondisinya keruh, sehinga bisa kecolongan mengambil air keruh tersebut untuk diolah.

PDAM HSS hingga 2019 memiliki 17.080 pelanggan, dimana 90 persen warga Kota Kandangan telah terlayani air bersih.

Sedangkan di kecamatan-kecamatan, Arif mengatakan baru terlayani sekitar 40 persen.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved