Berita Banjarbaru

Setelah Didemo Warga, TPA Banjarbakula Setop Operasi, Warga Minta Truk Miliki Jalan Sendiri

etelah didemo warga sekitar untuk sementara waktu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula di kawasan Gunung Kupang Kota Banjarbaru

Setelah Didemo Warga, TPA Banjarbakula Setop Operasi, Warga Minta Truk Miliki Jalan Sendiri
banjarmasinpost.co.id/Nurkholis Huda
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Banjarbakula. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah didemo warga sekitar untuk sementara waktu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula di kawasan Gunung Kupang Kota Banjarbaru ini pilih tidak operasi.

Tidak ada truk yang hilir mudik masuk ke areal TPA Regional Banjarbakula tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kepala UPT TPA Banjarbakula, Sumadi, Jumat (10/5/2019).

Menurut Sumadi, tutup operasional sementara itu dilakukan sementara sampai ada kesepakatan dengan warga sekitar alias sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Kami sudah melakukan mediasi dua kali pertemuan, dengan warga sekitar namun masih belum menemukan solusi," kata Sumadi.

Dijelaskan dia, persoalan utama yang dikeluhkan warga adalah armada sampah yang melintas di kawasan itu dianggap mengganggu masyarakat sekitar.

Baca: Jadwal Garuda Select vs Chelsea U-16 via Live Streaming Supersoccer.tv : Pakai Formasi 4-3-3

Baca: Jadwal Liga 1 2019 Mulai Rabu (15/5), Shopee Jadi Sponsor Utama, PSS Sleman vs Arema FC Jadi Pembuka

Baca: Bacaan Doa Berbuka Puasa, Cek 5 Amalan Sunnah Buka Puasa yang Sudah Hari ke 5 Ramadhan 1440 H

"Termasuk dari truk sampah dari Pemko Banjarbaru juga tidak masuk ke TPA Kami. Kami bener-bener tutup sementara ini menghormati keluhan warga," kata Sumadi.

Dijelaskan Sumadi, sejauh yang diketahui truk yang dikeluhkan adalah truk dari daerah lain di luar dari Banjarbaru.

Salah seorang warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan, semenjak TPA Regional beroperasi banyak truk sampah besar melintas di permukiman mereka. Kondisi itu, membuat mereka terganggu dan was-was. "Kadang ngebut jua mas. Jadi makin kada nyaman warga ," ungkapnya.

Mereka yang mengeluhkan itu beberapa di antaranya adalah warga sekitar RW 10, Kecamatan Cempaka.

"Kalau mereka punya jalan sendiri, warga di sini akan aman. Sebab,tidak ada lagi banyak truk yang melintas," runutnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel, Ikhlas Indar masih belum merespon soal pertanyaan BPost soal ini.

Adapun Sekertaris Dinas LH, Bijuri menyampaikan, permintaan warga itu telah disampaikan ke pihak TPA beberapa waktu lalu. Pihaknya belum bisa memenuhi permintaan warga. Sebab, masih harus berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Dia menyebutkan memang permintaan warga supaya TPA Regional membangun akses jalan sendiri.

"Nah, menurutnya untuk merealisasikannya perlu waktu yang panjang. Sebab, harus ada perencanaan terlebih dahulu. Setelah itu kesiapan anggaran," lontarnya. (banjarmasinpost.co.id/Lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved