BPost Cetak

Derby London Kejauhan

Duel sesama tim Inggris ternyata tak hanya terjadi di final Liga Champions. Di kompetisi kasta kedua, yakni final Liga Europa 2018/2019,

Derby London Kejauhan
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Sabtu (11/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Duel sesama tim Inggris ternyata tak hanya terjadi di final Liga Champions. Di kompetisi kasta kedua, yakni final Liga Europa 2018/2019, final sesama tim Inggris juga tercipta. Ini terjadi setelah Chelsea dan Arsenal sama-sama memastikan tempat di partai puncak.

Arsenal memastikan duluan tiket ke final setelah mengalahkan Valencia 4-2 pada laga leg kedua di Stadion Mestalla, Jumat (10/5) dini hari. Kemenangan itu membuat The Gunners lolos dengan agregat meyakinkan 7-

Sekitar sejam kemudian Chelsea menyusul usai melewati adu penalti kontra Eintracht Franfkfurt. Duel terpaksa harus disudahi dengan adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. The Blues kemudian melaju ke final usai sepakan Eden Hazard memastikan kemenangan 4-3 pada babak tos-tosan tersebut.

Kepastian empat klub Premier League melaju ke final itu membuat dominasi klub-klub Spanyol di kompetisi Eropa terhenti. Sejak sejak tahun 2014, tim-tim Negeri Matador memang selalu menjadi juara di Liga Champions, Liga Europa, Piala Super Eropa, dan juga Piala Dunia Antarklub. Pengecualian di Liga Europa 2017 saat Manchester United menjadi juara. Kali terakhir klub Spanyol gagal ke final Liga Champions/Liga Europa adalah pada musim 2012/2013. Saat itu Bayern Munich menjuarai Liga Champions dan Chelsea juara Liga Europa.

Baca: Sipalui: Sate Balambar

Baca: TAJUK: Mahalnya Tiket Mudik

Baca: Liga Champions, Ramadan dan Perdamaian

Opta mencatat, ini pertama kalinya dalam sejarah empat klub di final Liga Champions/Piala Eropa dan final Liga Europa/Piala UEFA diwakili tim dari negara yang sama. Chelsea dan Arsenal sendiri sama-sama klub yang berbasis di London. Bedanya, jika Chelsea berada di London Barat, Arsenal ada di kawasan London Utara.

Meskipun begitu, jarak markas kedua tim tersebut sebenarnya tidak begitu jauh. Dari Stamford Bridge, yang merupakan markas Chelsea, hanya perlu menempuh jarak sejauh 12 Km saja untuk sampai ke kandang Arsenal, yakni Stadion Emirates. Artinya, duel Derby London ini sangat dekat, hanya bezjarak 12 Km saja.

Namun, berbeda akan terjadi pada Derby London yang tersaji di final Liga Europa ini. Sebab, laga ini tidak akan digelar di Stadion Emirates atau Stamford Bridge, melainkan akan digelar di Stadion Olimpiya, Baku, Azerbaijan, pada 29 Mei mendatang.

Jarak antara London menuju ke Baku mencapai 3.967 Km. Bukan jarak yang dekat tentunya. Berada di ujung Eropa Timur, lokasi Baku dari London disebut lebih jauh ketimbang ke Riyadh, Arab Saudi, atau Baghdad, Irak. Baku disebut lebih dekat dari Mumbai, India. Jika biasanya para pemain Arsenal dan Chelsea menempuh jarak pendek untuk menjalani Derby London, kini mereka harus menempuh perjalanan yang lebih lama.

Bagi Arsenal, ini adalah final Liga Europa kedua mereka setelah pertama pada tahun 2000 saat masih bernama Piala UEFA. Saat itu Arsenal gagal jadi juara usai ditaklukkan Galatasaray. Sementara bagi Chelsea, ini adalah final kedua mereka di Liga Europa setelah yang pertama pada 2013. Pada final pertamanya itu Chelsea yang dilatih Rafael Benitez menjadi juara usai mengalahkan Benfica.

Dibandingkan Chelsea, Arsenal kemungkinan akan lebih ngotot menjadi juara lantaran hampir pasti tak finis di posisi empat besar Liga Primer Inggris. Juara Liga Europa memang diganjar hadiah berlaga di Liga Champions musim berikutnya. Sementara Chelsea sudah memastikan posisi empat besar dan menggenggam tiket ke Liga Champions musim depan. ”Ini belum selesai. Masih ada satu tahapan lagi (untuk menjadi juara). Saat ini kami bahagia,” kata pelatih Arsenal, Unai Emery dikutip dari laman resmi UEFA.

Bagi Emery, kesuksesan Arsenal melaju ke final ini membuat pria asal Spanyol itu layak mendapat sebutan spesialis Liga Europa. Ia menjadi pelatih pertama yang mejejakkan kakinya di final Liga Europa (dulu bernama Piala UEFA) sebanyak 4 kali. Sejak ajang ini digelar pertama kali pada 1971-1972, baru Emery yang bisa berlaga di final dalam kapasitasnya sebagai pelatih sebanyak 4 kali.

Baca: Setelah Dilaporkan Sebarkan Berita Bohong, Kivlan Zen Kini Dicekal Bepergian ke Luar Negeri

Sebelumnya membawa Arsenal ke final tahun ini, Emery pernah membawa tim besutannya ke final Liga Europa secara beruntun pada musim 2013/2014, 2014/2015, dan 2015/2016. Hebatnya semua bersama Sevilla. Hebatnya lagi, setiap Emery membawa timnya ke final Liga Europa, timnya selalu meraih gelar juara. Ya, Sevilla meraih tiga gelar beruntun pada 2013-2014, 2014-2015, dan 2015-2016.

Berdasarkan tradisi tersebut, Emery berkesempatan besar membawa Arsenal juara pada musim ini. Andai itu dia lakukan, Emery menegaskan selalu juara setiap membawa timnya ke final Liga Europa.

Di sisi lain, pelatih Chelsea, Maurizio Sarri juga percaya timnya lebih pantas menjadi juara Liga Europa ketimbang Arsenal. ”Kami bermain di final pertama melawan Manchester City dan kalah. Jadi sekarang kami ingin menang. Tim kami layak menang,” kata Sarri dalam konferensi pers. (tribunnews/dod)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved