Ramadhan 1440 H

Makanan Berbuka Puasa Harus Diwaspadai, Ini Kata Ahli Gizi

Diharapkan cerdas memilih makanan. Sebab, selama berpuasa terjadi perubahan pola makan sehingga terjadi pula perubahan kerja lambung.

Makanan Berbuka Puasa Harus Diwaspadai, Ini Kata Ahli Gizi
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Ahli Gizi Klinik RSUD Ulin ,Wahyu Hadi Prasetiyo 

Kemudian angan minum terlalu banyak disaat buka puasa. Karena masih ada waktu untuk memasukan makanan yang lain dan rentang waktu makan.

Selain itu, apabila makan utama makananlah yang cukup dan lengkap setelah berbuka atau setelah solah magrib dengan gizi seimbang, aman, hygienes agar kesehatan tubuh terjaga.

Wahyu juga menyarankan untuk jangan makanan, makanan yang banyak untuk satu jenis makanan yang dapat mengurangi makanan lain masuk di tubuh.

Batasi pemakaian makanan yang berlemak, konsumsi santan-santan kental dari pengolahan lauk hewani dan sayur, goreng-gorengan lauk.

Makan manis murni, kue-kue yang terlalu manis, minuman terlalu manis. Jangan tinggalkan buah dan sayur untuk melengkapi zat gizi anda dari serat vitamin dan mineral.

Terkahir ujarnya, makan utama pertama jangan dibuat ajang balas dendam yang dapat menurunkan kegiatan ibadah lainnya.

Jika kurang cerdas untuk mengamati makan berbuka, Wahyu menerangkan, tidak menutup kemungkinan jumlah yang dikonsumsi akan melebih jumlah kalori yang dianjurkan tubuh.

Lantas, hal itu yang dapat menyumbang kelebihan asupan makan yang tanpa disadari hari demi hari dapat meningkatkan kenaikan berat badan.

Baca: Curhatan Tiara Savitri, Putri Mulan Jameela Kembali Jadi Sorotan Saat Ahmad Dhani Berproses Hukum

Baca: Perubahan Syahrini Rela Tampil Salah Kostum di Acara Sosialita Demi Reino Barack, Lihat Aksesorinya

Belum lagi makan sahur seandainya berlebih. Tentunya menjadi penyokong yang besar untuk penimbunan kalori.

"Ingat buka puasa bukan sebagai balas dendam untuk pemenuhan kalori akan tetapi konsumsi puasa hanya terjadi karena perubahan pola waktu makan," ujarnya.

Ia menyarankan, bagi yang mempunyai penyakit tertentu perlu diwaspadai agar tidak menjadi peningkatan keluhan yang dirasakan dengan puasa. Justru yang diharapkan dengan puasa terjadi penurunan keluhan yang yang dirasakan dari penyakit kambuhkan berkurang hingga membuat sembuh.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved