Berita Banjarmasin

Makna 5 Titik, 1 Koma Buku Spesial Karangan Pemuda Banua, Begini Muhamad Kamal Ihsan Menjelaskan

Demikian proses dialami Muhammad Kamal Ihsan mengenai kegemarannya membaca yang kemudian membawanya keluar negeri.

Makna 5 Titik, 1 Koma Buku Spesial Karangan Pemuda Banua, Begini Muhamad Kamal Ihsan Menjelaskan
istimewa/M Kamal Ihsan
Mahasiswa Al-Azhar, M Kamal Ihsan Pengarang buku 5 Titik, 1 Koma 

Selanjutnya ia mengenal novel dan kumpulan puisi ketika menjadi santri Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok As-Syadzili Li Tahfidzil Quran - Nahdatul Ulama, Pakis Malang.

Karya fiksi paling ia suka adalah karya Tere Liye, karena tulisannya begitu tulus dan bisa menyentuh sisi kehidupan.

Selain itu juga suka karya Habiburrahman El Shirazy, sebab tulisannya dapat menjiwai dan memasukan roh dalam tulisan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bermanfaat bagi orang banyak.

"Sampai sekarang baca novel. Ya, sekalian untuk bahan referensi penulisan novel saya selanjutnya," terangnya.

Jenis buku lain yang juga disuka Kamal antara lain Ilmu keislaman hadits, tafsir, tasawuf, bahasa Indonesian, bahada Arab, sastra, motivasi, menulis dan terkini ia sedang jatuh cinta dengan ilmu filsafat barat dan Islami.

Kamal yang punya koleksi buku cukup banyak dan beragam, jika tak ada ujian di kampus maka intenaitas membaca diawali pagi sebelum waktu Dhuha. Selain itu membaca di waktu senggang.

Muhamad Kamal Ihsan
Muhamad Kamal Ihsan (istimewa/m Kamal Ihsan)

"Tak hanya buka buku secara fisik tapi juga membaca e-book (buku elektronik) melalui Hp," terangnya yang membaca buku bisa hingga 12 jam seharian.

Mengenai buku paling spesial, baginya adalah buku yang kita buat dengan tangan dari hasil pemikiran sendiri, berdasarkan pengalaman dan pengamalan.

Baca: Curhatan Tiara Savitri, Putri Mulan Jameela Kembali Jadi Sorotan Saat Ahmad Dhani Berproses Hukum

Baca: Petugas SPBU Siram Uang Rp50 Ribu dari ATM dengan Pertalite, Begini Penjelasan BI, Langsung Viral

"Karya saya berjudul 5 Titik, 1 Koma, adalah buku spesial bagi saya. Isinya tentang perjuangan wanita yang mempunyai kekurangan dan keterbatasan tapi tetap tangguh mengajarkan 5 hal plus 1," jelasnya.

Apa maknanya 5 Titik, 1 Koma? Ini adalah pengejawantahan sikap insan yang jika betul-betul berpegang pada hal itu maka jalannya lancar.

" 5 titik yaitu syukur, sabar, yakin, jujur, ikhlas. 1 koma maksudnya adalah cinta," tandasnya.

Kamal bertekad terus memacu diri untuk berkarya produktif, karya bermanfaat, yang tulisannya abadi dibaca dari masa ke masa.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved