Berita Banjar

Meski Tak Melihat, Tunanetra Banjar Juga Aktif Tadarusan, Begini Caranya

Meski dunia ini gelap gulita bagi mereka penyandang disabilitas netra, bulan suci Ramadan seperti pada tahun 1440 hijriah ini tadarus Alquran

Meski Tak Melihat, Tunanetra Banjar Juga Aktif Tadarusan, Begini Caranya
AAN SETIAWAN UNTUK BPOST GROUP
KHIDMAD - Klien PSBN Fajar Harapan khidmad tadarusan di musala setempat, Jumat (10/05/2019) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Meski dunia ini gelap gulita bagi mereka penyandang disabilitas netra, tapi jiwa mereka terang melampaui keterbatasan fisik yang mendera.

Bahkan pada bulan suci Ramadan seperti pada tahun 1440 hijriyah saat ini, mereka juga aktif melakukan kegiatan religius sebagaimana manusia normal lainnya.

Itulah aktivitas para klien Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Fajar Harapan yang terletak di kawasan Jalan A Yani Kilometer 37,5 Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebagian besar dari mereka sekaligus pelajar SLB-A Negeri 3 Martapura yang berada dalam satu lingkungan.

Selain menjalani ibadah puasa, mereka juga aktif melaksanakan salat isya berjemaah dilanjutkan salat sunat tarawih. Lebih dari itu mereka juga meneruskannya dengan kegiatan tadarusan atau membaca Alquran secara bergantian dengan saling menyimak.

Baca: Pelayanan Puskemas Kayutangi Sempat Dialihkan ke Puskesmas S Parman, Jumlah Pasien Meningkat

Baca: Safari Ramadan Ke Bungkukan, Bupati Kotabaru Kembali Bagikan Bantuan Masjid dan Langgar

Baca: Ramadhan 1440 H : Memakai Softlens Ketika Berpuasa, Bikin Batal? Berikut Penjelasannnya

"Alhamdulillah kegiatan tadarusan rutin dilaksanakan tiap Ramadan," ucap Aan Setiawan, guru SLB-A Negeri 3 Martapura, Sabtu (11/05/2019).

Kegiatan tersebut, lanjut guru muda ini, dimbimbing oleh guru agama setempat (Syarkawi). "Klien yang aktif tadarusan di antaranya Ahmad Nazimullah, Ahmad Haerudin, Farid Surya, Ikhsanul, Anwar, Hasan, Nurdin, dan beberapa orang lainnya," sebutnya.

Mereka khidmat tadarusan. "Kami senang bisa tadarusan bareng teman-teman seasrama. Bisa saling belajar, saling menyimak bacaan masing-masing," ucap Farid Surya.

Bagaimana cara tadarusannya? Lelaki 32 tahun yang piawai main gitar dan mencipta lagu ini mengatakan pihaknya menggunakan Alquran khusus bagi para penyandang tunanetra.

"Karena kami tak bisa melihat, maka kami menggunakan Alquran braille," tutur Farid via telepon.

Braille adalah tanda baca (huruf) khusus bagi tunanetra. Bentuknya berupa titik timbul berpola. Cara membacanya yakni meraba (menyentuh) titik-titik timbul tersebut. Braille, selain berupa huruf latin, ada juga yang berupa huruf Arab.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved