Berita Tanahlaut

Selain Belum Maksimal, Sahibul Sebut Keberadaan Pintu Air Desa Panjaratan Memang Membingungkan

Keberadaan pintu air di Desa Panjaratan hingga kini masih belum dirasakan maksimal oleh warga. Pembangunan pintu air yang dimaksudkan untuk mencegah

Selain Belum Maksimal, Sahibul Sebut Keberadaan Pintu Air Desa Panjaratan Memang Membingungkan
Kiriman warga Desa Panjaratan
Keberadaan pintu air di Desa Panjaratan hingga kini masih belum dirasakan maksimal oleh warga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Keberadaan pintu air di Desa Panjaratan hingga kini masih belum dirasakan maksimal oleh warga. Pembangunan pintu air yang dimaksudkan untuk mencegah banjir dan mengairi persawahan warga Desa Panjaratan masih belum dirasakan.

Salah satu warga Desa Panjaratan, Amsan mengatakan pintu air masih belum bisa dirasakan manfaatnya oleh warga. Pasalnya untuk mengatur air masuk dan ditahan masih sulit.

"Kalau kami maunya pintu air bisa mengatur air yang masuk ke persawahan kami," ujar Amsan yang juga petani Desa Panjaratan, Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan, Sabtu (11/5/2019).

Namun saat ini fungsi pintu air masih sulit dimaksimalkan lantaran wadah Desa Telaga Kecamatan Pelaihari yang menjadi hulu sungai juga menginginkan agar air bisa mengaliri lahan rumput mereka.

"Kalau dibuka terus ya airnya juga terus saja ke Pagatan Besar mengalirnya, sama saja seperti tak ada pintu air," ujarnya.

Baca: LIVE MNCTV - Head to Head & Prediksi Skor Brighton vs Manchester City di Liga Inggris Pekan Terakhir

Baca: Harga Bawang Putih Mencapai Rp 60 Ribu Per Kilogram, Dinas Perdagangan HST Bakal Lakukan Ini

Baca: Berkat Facebook, Pelaku Curanmor di Banjarbaru Ditangkap di Pencucian Sepeda Motor Binuang Tapin

Pintu air Sungai Panjaratan Desa Panjaratan sendiri berada di kawasan perbatasan antara Desa Telaga dengan Desa Panjaratan. Pintu air yang dibangun untuk mengatur aliran air sungai tersebut saat musim penghujan lalu justru dianggap menjadi penyebab air sungai meluap ke jalan.

Terang Kepala Desa Panjaratan, Sahibul Yani keberadaan pintu air memang memang bingungkan. Ia mengaku juga tak mengetahui tujuan dibangunnya pintu air di sungai Desa Panjaratan.

Pasalnya pintu air juga sulit difungsikan maksimal bagi warga Desa Panjaratan yang mayoritas sebagai petani.

"Kalau dibuka pintu airnya mengalir saja seperti sungai, air di Desa Telaga jadi berkurang, kalau ditutup menjadikan kawasan persawahan petani di Desa Panjaratan malah kering karena tak ada pasokan air, dan kalau ditutup di musim penghujan airnya meluber sampai ke jalan," jelasnya.

Memang seharusnya ujar Sahibul Yani Pemkab Tanahlaut membangun embung untuk menampung air dari sungai. Sehingga air berlebih bisa ditampung di embung.

"Solusinya seperti itu, karena pintu air sekarang bingung juga difungsikan untuk apa, sementara ya dibuka saja dulu," ujarnya.

Jika pintu air terus dibuka maka fungsinya sama saja seperti sungai biasa tanpa ada pintu air.

Memang terang Sahibul akibat pintu air ditutup beberapa waktu menyebabkan air meluber ke jalan dan banyak warga mengira banjir di Desa Panjaratan. Padahal di kawasan lain di Panjaratan masih kering.

Jika dibangun embung untuk mengatur air di sungai Desa Panjaratan maka ujar Sahibul akan besar manfaatnya bagi lahan sawah warga.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved