BPost Cetak

TAJUK: Mahalnya Tiket Mudik

SEORANG Pemudik berdomisili di DKI Jakarta tersentak mengetahui harga tiket pesawat ke tempat asalnya, Padang, Sumbar, mencapai Rp 4 juta.

TAJUK: Mahalnya Tiket Mudik
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Sabtu (11/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEORANG Pemudik berdomisili di DKI Jakarta tersentak mengetahui harga tiket pesawat ke tempat asalnya, Padang, Sumbar, mencapai Rp 4 juta sekali terbang. Padahal tahun lalu, rata-rata harga tiket pesawat Jakarta-Padang sekitar Rp 2 juta.

Kondisi serupa juga terjadi di Banua. Berdasar pantauan, harga tiket sekali terbang dari Banjarbaru ke sejumlah kota terutama di Jawa, jauh lebih mahal dibanding tahun lalu. Apalagi mendekati “Hari-H” Lebaran. Contoh, penerbangan ke Surabaya, rata-rata harga tiket pesawat saat ini sudah mencapai Rp 1.250.000.

Sejak Januari 2019 lalu, publik negara ini memang dihebohkan dengan harga tiket pesawat yang melambung. Sebagai awalan, maskapai Lion Air dan Wings Air memberlakukan kebijakan bagasi berbayar. Tak ada lagi bagasi gratis.

Hingga kini, mahalnya tiket pesawat tidak kunjung turun. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengeluarkan “imbauan” agar maskapai menurunkan harganya meskipun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pernah menyatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan terkait harga tiket pesawat. Menurut dia, naik turunnya harga tiket murni mekanisme pasar.

Dampak kenaikan tiket pesawat ini bisa dibilang cukup besar. Paling terkena adalah sektor pariwisata. Sementara, PT Angkasa Pura I (Persero) merasakan penurunan jumlah penumpang cukup signifikan sepanjang kuartal I/2019, mencapai 3,5 juta orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat infasi pada April 2019 sangat dipengaruhi harga tiket pesawat. Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi April agak meleset dari perkiraan 0.44 persen. Harga tiket pesawat dan bawang menjadi biang kerok.

Baca: Jelang Kelahiran Anak, Ruben Onsu Daftarkan Thalia ke Pendidikan Singkat di Singapura, Ini Alasannya

Baca: Dikenalkan Billy Syahputra Pada Keluarga Besar, Begini Reaksi Tak Terduga Elvia Ceroline

Baca: Ramadhan 1440 H Baim Wong Dihadiahi Momongan, Lihat Testpack Langsung Heboh Peluk Paula Verhoeven

Senin (6/5) kemarin, pemerintah menggelar rapat guna membahas mahalnya harga tiket pesawat. Hasilnya, pemerintah menjanjikan mulai pekan depan tarif batas atas tiket pesawat akan diturunkan. Melalui kebijakan ini, diharapkan maskapai bisa melakukan penyesuaian harga tiket pesawat.

Harapannya, timeline penurunan batas atas tiket pesawat tidak terlambat, apalagi sampai molor atau batal. Sekarang sudah minggu pertama Ramadan. Mudik tentu harus disiapkan jauh-jauh hari, bahkan idealnya jauh sebelum Ramadan. Kenapa? Karena mudik bukan hanya soal tiket pesawat, tapi menyangkut berbagai persiapan lainnya yang begitu rumit.

Kelancaran penyelenggaraan arus mudik (dan balik), selalu menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah. Hampir tiap tahun, memasuki musim mudik selalu muncul berita perbaikan jalan di jalur pantura atau jalur selatan hingga ada istilah perbaikan menjelang musim mudik adalah proyek abadi.

Permasalahan tersebut sudah “terselesaikan” dengan adanya tol Trans Jawa yang diharapkan bisa memindahkan penduduk secara lebih nyaman dan cepat.

Harapannya, jangan sampai silaturahmi antarkeluarga yang terpisah jarak tidak sampai terganggu. Mudik bukan sekadar pulang kampung, tetapi mempunyai makna yang sangat dalam. Memiliki makna sosio-religius yang mampu menembus batas-batas rasionalitas. (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved