Berita Dunia

Ini Warga Negara Terbanyak Belanja Selama Haji dan Umroh, Ternyata Indonesia Tidak Masuk Daftar

Jutaan jemaah umroh pun sepanjang tahun mengalir ke Arab Saudi. Tahun ini saja pemerintah Saudi telah mengeluarkan lebih dari 6 juta visa umroh.

Ini Warga Negara Terbanyak Belanja Selama Haji dan Umroh, Ternyata Indonesia Tidak Masuk Daftar
Reuters
Jutaan jemaah haji di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEKAH - Ibadah Umroh yang dilakukan umat muslim ke Kota Mekah dan Madinah membuat kunjungan ke dua kota ini begitu tinggi.

Jutaan jemaah umroh pun sepanjang tahun mengalir ke Arab Saudi. Sepanjang tahun ini saja pemerintah Saudi telah mengeluarkan lebih dari 6 juta visa umroh.

Indonesia menempati urutan kedua terbanyak mengirim jemaah umroh ke negara tersebut. Namun, meski mengirim cukup besar jemaah umroh, jemaah Indonesia tidak termasuk dalam daftar jemaah yang terbesar membelanjakan uangnya di negera tersebut.

Dilansir dari Kompas.com data dari Kamar Dagang dan Industri Mekah menyebutkan, warga Mesir menempati urutan teratas dalam membelanjakan uang mereka di Saudi.

Baca: 7 Hal Ini yang Membuat Lebaran Kamu Terasa Seru dan Istimewa, Jangan Pelit dengan THR

Baca: Kencan Terlarang di Bulan Ramadhan, 9 Pasangan Mesum Ini Diciduk Satpol PP di Hotel Ini

Baca: Baru Keluar Pintu Mobil, Cawapres Sandiaga Uno Lngsung Diserbu Para Emak yang Berebut Swafoto

"Warga Mesir menempati urutan teratas dalam daftar diikuti Irak, Aljazair, dan Turki," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Mekah Aziz Awliyaa, seperti dikutip dari Arab News, Sabtu (11/5/2019).

Menurutnya, ada korelasi antara kondisi ekonomi negara masing-masing dengan daya beli serta aspirasi ketika berada di Saudi.

"Seorang jemaah bisa menghabiskan rata-rata 700 dollar AS (Rp 10 juta) selama periode 10 hari, yaitu 5 hari di Madiha dan 5 hari di Mekah." ujar Awliyaa.

Mantan Ketua Komite Nasional untuk Haji dan Umrah di Kamar Dagang dan Industri Mekah, Saad Jameel Al-Qurashi, menuturkan setiap jemaah menghabiskan waktu yang berbeda ketika berada di Saudi.

"Warga negara India, Pakistan, dan Bangladesh lebih memilih untuk tinggal selama 30 hari, sementara beberapa jemaah Mesir lebih suka tinggal hingga 20 hari," katanya.

Dia berpendapat, salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pengunjung internasional yang beragam adalah dengan globalisasi gerai makanan dan minuman.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved