Berita Banjarmasin

Main-main Buaya-buayaan, Bocah Ini Kemudian Tewas Tengelam, Simak Kronologisnya

Kejadian yang menimpa Dwi Rianto atau akrab disapa Dwi (13) setidaknya menjadi pukulan keras bagi sejumlah orangtua

Main-main Buaya-buayaan, Bocah Ini Kemudian Tewas Tengelam, Simak Kronologisnya
banjarmasinpost.co.id/Abdul Gani
Lokasi tenggelamnya Dwi Rianto atau akrab disapa Dwi (13) ) di terminal taksi kelotok Yapahud 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kejadian yang menimpa Dwi Rianto atau akrab disapa Dwi (13) setidaknya menjadi pukulan keras bagi sejumlah orangtua, Minggu (12/5/2019) kemarin.

Terlebih bagi mereka yang memiliki buah dan kerap membiarkannya bermain air di Sungai Barito atau tepatnya terminal taksi kelotok Yapahud Kecamatan Banjarmasin Barat supaya lebih mengawasi lagi.

Pasalnya, usut punya usut ternyata Dwi sebelum meninggal dunia diketahui sedang asyik berenang dan bermain dengan teman-temannya, Minggu (12/5/2019) sejak sekitar 14.00 tadi.

'Buaya-buayaan' begitulah mereka menyebut nama permainan tersebut. Meski permainan itu sudah terbilang sering mereka mainkan, namun siapa sangka Minggu jelang sore kemarin, nahas menimpa seorang temannya.

Baca: Alasan Kemanusiaan, Pilot Garuda Ambil Keputusan ini Saat Seorang Penumpang Sesak Nafas

Baca: Baju Lebaran Istri SBY, Ani Yudhoyono pada Idul Fitri 1440 H Diungkap Istri AHY, Annisa Pohan

Baca: Bagaimana Puasa Sehatkan Raga, Ini yang Diungkapan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Dwi menurut Rahmat, saksi mata sekaligus teman korban mendadak tenggelam Minggu sekitar pukul 14.30.

Ia yang juga sempat menghilang menurut Rahmat, diduga seperti menyentuh aliran listrik setelah tangannya memegang tuas pengait roda di buritan kapal motor.

" Awalnya teman yang di seberang pelabuhan meneriaki, 'Dwi Lamas'. Tapi dikira main-main atau hanya akal bulus Dwi saja supaya kami kena. Saat itu kami pun tidak langsung menanggapi," katanya.

Tapi kecurigaan mereka tiba-tiba muncul, itu setelah tubuh Dwi atau korban tenggelam siang tersebut tersebut ternyata tidak muncul-muncul lagi ke permukaan.

" Awal sempat tenggelam. Nah, pas teman satu manggil orangtuanya dan beberapa warga ribut. Ternyata jasad Dwi berhasil ditemukan dengan sungsang atau kondisi kepala di bawah dan kaki mengapung," cerita Rahmat.

Baca: Larangan Kekasih Baru Luna Maya Diungkap Ivan Gunawan, BCL Sebut Pujaan Hati Luna Mirip Ariel NOAH

Baca: Di Sela Safari Ramadan, Bupati HSS Bagikan Sembako untuk Lansia dan Disabilitas

Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah Dwi sempat dilarikan ke IGD RS Dr Soeharsono atau lebih dikenal TPT Banjarmasin.

Belum diketahui jelas penyebabnya, mengingat pihak keluarga korban pun tidak bersedia dilakukan visum terhadap jasad Dwi Rianto.

" Iya, untuk jelas kami masih penyelidikan dulu. Karena dari pihak keluarga pun ternyata tidak bersedia dilakukan visum," jelas seorang anggota Satpolair Polresta Banjarmasin. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani) 

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved