Berita Nasional

Menteri Susi Pilih Tenggelamkan Ketimbang Pemagaran Laut, Hal Sama Terjadi di Singapura & Australia

Susi pun menilai Indonesia bisa menyamakan Singapura dalam hal integritas "pemagaran laut".

Menteri Susi Pilih Tenggelamkan Ketimbang Pemagaran Laut, Hal Sama Terjadi di Singapura & Australia
dok Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melihat penenggelaman 13 kapal nelayan pencuri ikan di Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terus menenggelamkan kapal pencuri ikan. Penenggelaman kapal ini sebagai bentuk ketegasan terhadap kedaulatan wilayah kelautan Indonesia.

Susi pun menilai Indonesia bisa menyamakan Singapura dalam hal integritas "pemagaran laut".

"Singapura yang kecil pun tidak memagari lautnya dengan kapal-kapal perang, namun Singapura memagari dengan akuntibiltas, integritas, dan ketegasan. Walaupun kecil, negara ini disegani di Asia bahkan di dunia. Nah, kita Indonesia ini juga bisa, bukan tidak bisa,” sebut Menteri Susi dalam siaran pers, Minggu (12/5/2019).

Menurut Susi, negara Indonesia tidak mungkin melakukan pemagaran laut dengan kekuatan militer secara terus-menerus. Sama seperti Singapura, pemagaran laut harus didasari dengan ketegasan.

“Negara tidak mungkin melakukan pemagaran laut dengan kekuatan militer secara terus-menerus. Berarti kita harus disegani, kita ini harus menunjukkan bahwa kita tegas dan konsisten serta tidak main-main dalam penegakan hukum. Itulah pagar terbaik laut kita,” ucapnya.

Baca: Wanita Cantik Mantan Jurnalis Ternama di Afghanistan Ini Ditembak Mati Pria Mengendarai Motor

Baca: Ibu Berwajah Manis Ini Lebih Ngetop daripada Jokowi-Maruf di Sumbar, Lihat Perolehan Suaranya

Baca: Tiba-tiba Lari dari Panggung, Joy Red Velvet Denci Dirinya karena Takut dengan Kembang Api

Selain Singapura, Susi pun membandingkannya dengan negara lain yang juga memiliki integritas dalam memerangi pencuri ikan di wilayah teritorinya.

“Hal ini juga diterapkan di negara lain seperti Australia yang membakar kapal Indonesia bila masuk dan menangkap ikan secara ilegal di perairan mereka,” ujar Menteri Susi.

Untuk itu, Menteri Susi selalu konsisten menenggelamkan kapal ikan. Berkat konsistensinya, Indonesia mengalami peningkatan produksi ikan yang signifikan.

Data KKP menunjukkan, produksi tuna terus meningkat sejak tahun 2015. Pada tahun 2015, produksi tuna Indonesia secara total sebanyak 670.512 ton, meningkat menjadi 714.148 ton di tahun 2016 dan 760.781 ton di tahun 2017.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved