Berita Tanah Laut

NEWSVIDEO : Perluasan TPA Bakunci Kabupaten Tanahlaut Terkendala Hutan Lindung

Satu-satunya TPA di Kabupaten Tanahlaut yaitu TPA Bakunci Pelaihari diperkirakan akan penuh dalam kurun waktu maksimal tiga tahun lagi.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Satu-satunya TPA di Kabupaten Tanahlaut yaitu TPA Bakunci Pelaihari diperkirakan akan penuh dalam kurun waktu maksimal tiga tahun lagi.

TPA yang terletak di Jalan Matah Kelurahan Karang Taruna Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan itu bakal tak bisa lagi menampung sampah dari TPS dan kontainer sampah dari seluruh penjuru Tanahlaut.

Seperti terpantau Banjarmasinpost.co.id TPA sudah mulai penuh landfilnya. Bahkan sampah yang ditampung juga harus rutin ditumpuk tanah agar kapasitas penampungan lebih luas.

TPA dengan luas 10 hektare ini juga dilakukan reboisasi dan dimanfaatkan untuk taman dan lain-lain.

Meski pemilah sampah plastik yaitu pemulung terus memilah sampah plastik untuk didaur ulang hal itu tetap dianggap takkan menambah masa pakai TPA.

Baca: Jadwal imsak & Buka Puasa 8 Ramadhan 1440 H Senin (13/5), Banjarmasin, Ambon, Maluku dan Bali

Baca: Tangis Nikita Mirzani Lihat Penampakan Bayi Dipo Latief, Arkana Mawardi Harus Diperlakukan Begini

Baca: Ini 5 Amalan Penting di Ramadhan 1440 H yang Disebut Ustadz Abdul Somad Pahalanya Lebihi Jihad

Setiap bulannya diketahui ada sekitar dua ton sampah kantong plastik yang berhasil dikumpulkan oleh pemulung untuk dijual.

Terang Kasi Kebersihan dan Limbah DPRKPLH Kabupaten Tanahlaut, Ramadani Minggu (12/5/2019) memang masa pakai TPA diperkirakan hanya tinggal maksimal tiga tahun.

Meskipun ada bantuan dengan mengirimkan sampah ke TPA Regional dan sortir dari pemulung namun juga takkan menambah masa pakai TPA.

Setiap tahun ujarnya pihaknya selalu menyampaikan perkiraan tersebut ke Pemkab Tanahlaut untuk dipikirkan kelanjutannya. Namun hingga kini belum ada keputusan terkait kelanjutan TPA Bakunci.

"Sudah setiap tahun kami sampaikan perkiraan TPA ini, tapi belum ada keputusan mutlak masih," ujarnya.

Sementara Plt Kepala DPRKPLH Kabupaten Tanahlaut Akhmad Khairin mengatakan memang perlu waktu panjang untuk memutuskan nasib TPA Bakunci. Pasalnya perluasan lahan TPA juga sulit dilakukan karena terkepung hutan lindung. Sedangkan jika dipindahkan juga masih belum menemukan lokasi yang tepat.

Baca: Minim Anggaran, Akses Jalan Tembus Batibati dari Guntung Manggis Dikerjakan Bertahap

Baca: Hindari Konvoi dan Coret Baju, Begini yang Dilakukan SMA di Banjarbaru

"Prosesnya tentu sangat panjang, dan lama, jadi sementara kita maksimalkan yang ada saja," ujarnya.

Pada lahan bagian belakang TPA Bakunci terangnya memang kawasan hutan lindung. Sedangkan jika harus maju ke bagian depan arah jalan raya juga terkendala perumahan yang mulai dibangun di bagian depan TPA. Sehingga perluasan TPA juga sulit dilakukan.

"Kalau memang ada teknologi untuk penguraian sampah lebih cepat dan menambah kapasitas TPA mungkin saja nanti kita coba," tambahnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved