Ekonomi dan Bisnis
Stok Gula Kalsel hingga Pertengahan Bulan Ramadan Capai 8.000 Ton
Hal ini diutarakan Ketua Persatuan Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan (Kalsel), H Aftahuddin.
Penulis: Mariana | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kebutuhan gula kristal putih saat bulan Ramadan cenderung meningkat.
Di Banjarmasin peningkatan tersebut berkisar 10-15 persen.
Hal ini diutarakan Ketua Persatuan Asosiasi Gula Bersatu Kalimantan Selatan (Kalsel), H Aftahuddin.
Menurutnya stok gula di Kalsel relatif aman dan tercukupi hingga pertengahan bulan puasa.
"Untuk saat ini secara keseluruhan stok hampir mencapai 8000 ton. Sejak puasa pertama agak sepi nanti masuk di pertengahan dan H-7 lebaran mulai ramai lagi dan dipastikan akan ada penambahan stok," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (12/5/2019).
Stok tambahan gula kristal putih tersebut bakal didatangkan dari Jakarta dan Jawa Timur dikirim melalui jalur laut.
Baca: Jadwal Buka Puasa Minggu (12/5) di Jakarta Bandung Surabaya & Niat Tarawih Hari ke-7 Ramadhan 1440 H
Baca: Isyana dan Gamaliel Bawakan Soundtrack Film Aladdin, A Whole New World
Baca: Tiba-tiba Lari dari Panggung, Joy Red Velvet Denci Dirinya karena Takut dengan Kembang Api
Baca: Maia Estianty dan Irwan Mussry Liburan di Maldives, Sandal Ibu Dul Jaelani Jadi Sorotan
Belakangan santer terdengar kenaikan harga gula. Jal ini pun menuai protes dari para Ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.
Kenaikan harga gula yang semula berkisar Rp 11.000-12.000 ini dipicu rencana Pemerintah yang ingin menaikkan Harga Patokan Petani (HPP) gula kristal putih ditingkatan petani tebu.
"Sekarang harga gula dipasaran untuk di tingkat distributor sudah mencapai Rp 12.400 per kg, sedangkan untuk eceran bahkan sudah menembus harga Rp13.000 per kg. Naiknya harga gula sendiri karena adanya rencana kenaikan HPP oleh Pemerintah sebelum Pilpres kemarin," kata Aftah.
Menurutnya, harga gula saat ini boleh dibilang cukup mahal.
Karena standarnya harga gula yang dijual ke masyarakat biasanya hanya Rp 12.000 per kg.
"Tahun ini harga gula lebih tinggi dibanding jelang Ramadan tahun lalu. Padahal jelang Ramadan gula sangat dibutuhkan oleh masyarakat maupun pelaku UMKM usaha kue musiman," tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H Birhasani menyebutkan kenaikan harga gula merupakan dampak dari pertemuan petani tebu dengan presiden sebelum Pemilu.
Pada saat itu, Jokowi menjanjikan akan menaikkan harga di tingkat petani.
Sehingga menimbulkan gejolak dari pedagang.
"Petani menunggu harga baru stoknya ditahan, sehingga stok di tingkat distributor terbatas dan harga pun cenderung naik," ucap dia.
Diungkapkannya di tingkat distributor dan Bulog relatif stabil.
Namun untuk harga di tingkat pedagang eceran sulit ditekan.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pedagang-gula-pasir_20160508_195644.jpg)