Berita Tabalong

Sudah Tua dan Reot, Jembatan Gantung di Murungpudak Ini Sangat Bergoyang saat Dilintasi

Kondisi jembatan yang sudah reot, membuat saat melintas keadaan jembatan sangat terasa bergoyang sehingga harus bisa menjaga keseimbangan.

Sudah Tua dan Reot, Jembatan Gantung di Murungpudak Ini Sangat Bergoyang saat Dilintasi
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Jembatan gantung di Desa Pangkalan Kecamatan Murung Pudak ini salah satu jembatan yang tersisa di Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kabupaten Tabalong memiliki banyak anak sungai, hingga ke pelosok desa dari aliran sungai Tabalong. Tak heran jika untuk menuju desa tetangga hatus menggunakan jembatan. Dan jembatan gantung merupakan salahsatu infrastruktur yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Seiring berjalannya waktu jembatan gantung mulai diganti dengan jembatan beton yang lebih permanen. Meski demikian, masih ada beberapa jembatan gantung di Kabupaten Tabalong.

Seperti di Desa Pangkalan Kecamatan Murung Pudak. Lokasinya yang tak jauh dari taman Murung Pudak ini hingga saat ini masih banyak dimanfaatkan untuk warga melintas. Pasalnya lebih cepat untuk menuju Kota Tanjung.

Namun untuk melewati jembatan ganntung yang memiliki lebar sekitar 1,5 meter ini perlu kehat- hatian dan waspada.

Baca: Habib Muhamad Ungkap Dua Kebahagiaan Orang Berpuasa dan Minta Hindarkan Caci Maki

Baca: Bacaan Niat Salat Tahajud di bulan Ramadan, Ini Tata Cara dan Waktu Pelaksanannya di Ramadhan 1440 H

Baca: Jadwal Imsak & Buka Puasa 8 Ramadhan 1440 H Senin (13/5) di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali

Kondisi jembatan yang sudah reot, membuat saat melintas keadaan jembatan sangat terasa bergoyang sehingga harus bisa menjaga keseimbangan. Kanan dan kiri jembatan juga hanya dibatasi oleh tali sling. Bagi yang tidak terbiasa atau bahkan belum pernah sebaiknya harus sangat berhati hati.

Meskipun hanya sempit namun jembatan gantung ini masih bisa digunakan untuk berpapasan dua sepeda motor. Oprit jembatan juga menanjak cukuo tajam dan hanya bisa untuk satu sepeda motor. Karena kanan dan kirinya dibuat tangga bagi para pejalan kaki.

Wina salah satu warga sekitar mengatakan beberapa ada yang jaatuh itu bukan di jembatannya namun di depan jembatan karena menanjak. Apalagi jika tidak ambil gas dari jauh beberapa ada yang mundur dan terjatuh.

"Biasanya saat hujan banyak yang terpeleset karena ban sepeda motor tidak bisa menanjak," ujarnya.

Wina menambahkan, meski demikian banyak saja warga yang tetap memilih untuk melewati jembatan tersebut. Untuk menuju Hikun atau Agung warga bisa menggunakan jalan memutar yang tak jauh dari pasar Murung Pudak.

"Jembatan sudah sering dilakukan perbaikan seperi memperbaiki tali sling dan papan untuk jembatan," ungkapnya.

Terpisah Kabid Bina Marga Thomas Sigit mengatakan di Kabupaten Tabalong memang masih ada beberapa jembatan gantung yang usianya memang ada yang puluhan tahun. Namun secara bertahap juga terus dilakukan peningkatan dengan mengganti ke jembatan yang permanen.

Baca: Isi Ramadan 1440 H, Mahasiswa STIE Pancasetia Bagi Takjil hingga Paket Perlengkapan Mandi

Baca: Rutan Kandangan Bakal Dipindah, Pemkab HSS Hibahkan Lahan Seluas Lima Hektare di Sungairaya

Thomas menambahkan untuk jembatan Gantung di Desa Pangkalan tahun ini akan dilakukan perbaikan dengan mengubah jembatan besi dan bisa digunakan untuk kendaraan roda empat.

"Pembangunan jembatan menggunakan APBN dengan anggaran sekitar Rp 7,9 miliar yang saat ini masih dalam proses lelang dan akan segera dilakukan pelaksanaanya setelahnya," ujarnya.

Peningkatan infrastruktur jembatan memang menjadi salah satu upaya memudahkan masyarakat dalam melakukan aktifitas. Infrastruktur juga erat kaitannya dalam meningkatkan ekonomi hingga pendidikan. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved