Berita Banjarmasin

Dapat Nilai 0 pada UNBK Akibat Main Curang, Nilai Siswa di Kalsel Ini Bakal Tertera di SHUN

Karena dianggap melakukan kecurangan, sejumlah siswa SMA di Kalsel mendapatkan nilai 0 untuk hasil UNBK pada mata pelajaran tertentu.

Dapat Nilai 0 pada UNBK Akibat Main Curang, Nilai Siswa di Kalsel Ini Bakal Tertera di SHUN
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
ILUSTRASI: Tas para peserta UNBK di SMA Negeri 1 Binuang tidak boleh dibawa ke ruang ujian nasional, Senin (1_4_2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Karena dianggap melakukan kecurangan, sejumlah siswa SMA di Kalsel mendapatkan nilai 0 untuk hasil UNBK pada mata pelajaran tertentu.

Belajar dari hal tersebut, Ketua MKKS SMA Kota Banjarmasin, Tumiran, menyampaikan agar para siswa lain jangan sampai melakukan kecurangan. Apalagi untuk mendapatkan nilai yang Bagus.

"Insiden ini juga jadi pembelajaran untuk siswa yang lain. Ke depan, tidak boleh semberono. Berapapun nilai yang didapat jangan sampai melakukan kecurangan," ucap Tumiran.

Ada beberapa SMA di Kota Banjarmasin yang siswanya mendapat nilai 0. Ditanya sekolah mana saja, Tumiran tak bisa meinformasikan hal tersebut.

Namun ujarnya untuk Banjarmasin, ada tiga SMA yang siswanya mendapatkan nilai 0 pada mata pelajaran Matematika. Sementara di Tanahlaut ada satu sekolah.

"Saya tidak bisa menyebutkan SMA mana, tapi dari data yang saya ketahui, ada di Banjarmasin dan di Tanahlaut," ucapnya saat dihubungi Bpost, via sambungan telepon, Senin (13/5/2019).

Baca: Ada Siswa Curang Saat UNBK di Tanahlaut Bakal Diberi Sanksi Nilai No, Ini Kata Kadisdik Tanahlaut

Baca: 18 Siswa Asal Kalsel Dapat Nilai Nol di UNBK SMA/SMK 2019, Yusuf Effendi: Diduga Karena Curang

Baca: Marshella Gemetar Raih Nilai Tertinggi, Hasil UNBK Kalsel Diumumkan Serampak Senin (13/5/2019)

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel telah menyampaikan ada 18 siswa yang mendapat nilai 0 pada UNBK 2019. Siswa tersebut berasal dari SMA di Banjarmasin dan Tanahlaut.

Informasi kecurangan siswa sepengetahuan Tumiran didapat dari jejak digital. Pasalnya, siswa membagikan soal ujian melalui smartphone.

Siswa ujarnya memoto soal ujian tersebut menggunakan camera handphone. Kemudian dibagikan via aplikasi chatting mungkin kepada teman atau guru. Lantas, dari cara membagikan yang menggunakan nomor telpon tersebut, akhirnya siswa pun terlacak.

"Jadi ini bukan laporan dari media, LSM, apalagi pengawas," ucap Tumiran.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved