Berita Tanahbumbu

Gaji Kades di Tanbu Malah Turun Rp 73 Ribu Lebih,  Bustani : Kades Harusnya Setara 3A

Berdasarkan peraturan itu, pemerintah telah menetapkan Siltap (penghasilan tetap). Untuk kades Rp 2.426.540, sekdes Rp 2.224.420

Gaji Kades di Tanbu Malah Turun Rp 73 Ribu Lebih,  Bustani : Kades Harusnya Setara 3A
istimewa/ diskominfo Tabalong
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani beri semangat kepada 121 Kepala Desa (kades) di Kabupaten Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 tahun 2019 tentang penghasilan tetap mulai dari Kades, Sekdes dan perangkat desa lainnya seperti Kaur, Kasi dan Kadus disambut gembira perangkat desa di Kabupaten Tanahbumbu.

Berdasarkan peraturan itu, pemerintah telah menetapkan Siltap (penghasilan tetap). Untuk kades Rp 2.426.540, sekdes Rp 2.224.420, perangkat desa lainnya kaur, kasi dan kadus masing-masing Rp 2.022.200.

Kendati demikian kenaikan itu menjadi angin segar sebagian perangkat desa. Namjn tidak untuk kades di Tanahbumbu yang berjumlah 144--sesuai jumlah desa--karena dengan adanya peraturan tersebut siltap mereka justeru turun sebesar Rp 73.360.

Sebelum adanya peraturan baru, PP nomor 11 tahun 2019. Gaji kades di Tanahbumbun Rp 2.500.000 perbulan.

Kepala Desa Serdangan, Kecamatan Kusan Hulu Andi Tanra mengatakan, secara umum menyambut baik adanya PP yang dikeluarkan pemerintah.

Baca: Selisih Kenaikan Gaji Dianggap Menguntungkan Sekdes, Begini Komentar Kades Sungaitabuk

Seperti pernah disampaikan beberapa waktu lalu saat pertemuan bersama APDESI dan PAPDESI, bahwa akan menaikkan siltap bagi aparat desa.

"Artinya bahwa tidak hanya janji tapi bukti yang disampaikan," ujar Andi Tanra kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (13/5/2019).

Selama ini penghasilan perangkat desa tidak ada kesetaraan antar kabupaten dan propinsi. Misal, untuk Tanahbumbu, jelas dia, gaji sekdes non-PNS Rp 1.750.000, Kasi dan Kaur Desa Rp 1.350.000.

"Kabupaten dan provinsi yang lain bisa saja di bawah atau di atasnya diterima setiap bulan," jelas Andi.

"Jadi ketika berbicara cukup atau tidak., intinya dicukup-cukupi," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved