Kriminalitas Regional

Siap-siap Nikah di KUA, Pemuda Ini Kaget Didatangi Polisi, Ternyata Ini Kejahatan yang Dilakukannya

Seorang pemuda berinisial SP (23), ditangkap anggota Polres Magelang Kota, Jawa Tengah, saat hendak melangsungkan pernikahan di KUA

Siap-siap Nikah di KUA, Pemuda Ini Kaget Didatangi Polisi, Ternyata Ini Kejahatan yang Dilakukannya
Thinkstockphotos.com
Ilustrasi: Korban perundungan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAGELANG – Seorang pemuda berinisial SP (23), ditangkap anggota Polres Magelang Kota, Jawa Tengah, saat hendak melangsungkan pernikahan di KUA Magelang Selatan, Kota Magelang, Sabtu (11/5/2019).

Pemuda asal Kelurahan Wates Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, itu diduga menghamili anak di bawah umur.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Magelang Kota, AKP Nur Saja'ah menjelaskan, SP dilaporkan oleh ayah terduga korban, WS (51), warga Candimulyo, Kabupaten Magelang, atas dugaan pencabulan pada 23 April lalu.

"WS melaporkan SP kepada kami karena diduga telah menyetubuhi anaknya yang masih di bawah umur hingga hamil. Saat ini kasusnya masih kami tangani," jelas Nur, saat dikonfirmasi Senin (13/5/2019).

Dugaan perbuatan SP itu, lanjut Nur, diketahui ketika WS membuka ponsel milik anaknya akhir Januari 2019 lalu dan melihat ada foto-foto SP.

Tidak berselang lama, SP mendatangi rumahnya meminta izin untuk mengajak anaknya perempuannya itu pergi mencari pekerjaan.

Baca: Jembatan di Tanahabang Kabupaten Banjar Kian Reot, Mobil Terutama Jenis Truk Banyak yang Terperosok

Baca: Meski Kabur Sampai ke Katingan, Pelaku Pembunuhan di Mantangai Kapuas Akhirnya Dibekuk Polisi

Baca: Kamis, Dana Kelurahan Total Rp 7,4 Miliar Cair, BPKAD Banjarbaru: Bakal Dicairkan Dua Tahap

Lalu sekitar 31 Januari, SP dan orangtuanya datang ke rumah WS bermaksud mengantarkan anaknya yang sudah menginap di rumah SP. Mereka juga mengutarakan niat untuk melamar anaknya.

"Selang satu bulan kemudian, korban mengeluhkan sakit pinggang dan tidak enak badan. Lalu orangtuanya memeriksakan korban dan diketahui korban dalam keadaan hamil,” imbuh Nur.

WS lantas berusaha menghubungi SP untuk meminta tanggung jawab. Alih-alih disambut baik, WS justru menerima informasi kalau SP akan menikah dengan orang wanita lain. WS pun bergegas melaporkan SP ke Polres Magelang karena tidak bisa dihubungi.

Atas laporan itu pihaknya melakukan penyelidikan melalui unit pelayanan perempuan dan anak. Penyidik mendapat informasi kalau SP akan menikah di KUA Kecamatan Magelang Selatan. SP akan menikah dengan perempuan berinisial RK pada Sabtu (11/5/2019).

"Pada saat itu pula penyidik mengamankan SP di KUA setelah selesai melaksanakan penataran perkawinan. Selanjutnya SP dibawa ke markas untuk proses hukum selanjutnya," ujarnya.

Namun, lanjut Nur, karena SP sudah terlanjur mendaftarkan pernikahannya dengan RK di KUA maka pernikahan itu tetap harus dilangsungkan. Maka akad nikah pun dilangsungkan di ruang Satuan Reskrim Polres Magelang Kota.

"Kami fasilitiasi pernikahan keduanya, ada penghulu, keluarga, dan polisi. Proses akad berlangsung lancar," imbuhnya.

Sementara proses hukum terhadap SP terkait kasus pelanggaran UU Perlindungan Anak tetap akan terus berlanjut. Apalagi, pihaknya sudah mengamankan barang bukti seperti pakaian korban dan tersangka. Juga bukti berupa visum korban.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved