Berita Banjarmasin

Begini Peluang Kalsel Sebagai Calon Ibu Kota Pemerintah Menurut Anggota DPRD Kalsel

Isu pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan cukup menarik perhatian banyak pihak, khususnya masyarakat di masing-masing Provinsi di Kalimantan.

Begini Peluang Kalsel Sebagai Calon Ibu Kota Pemerintah Menurut Anggota DPRD Kalsel
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Surinto, Anggota Komisi III DPRD KALSEL 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Isu pemindahan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan cukup menarik perhatian banyak pihak, khususnya masyarakat di masing-masing Provinsi di Kalimantan.

Dari lima Provinsi, Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Tengah (Kalteng) termasuk Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi tiga Provinsi paling potensial dipertimbangkan sebagai bakal lokasi Ibu Kota Negara.

Menurut Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Surinto, di Kalsel, Kabupaten Tanah Bumbu menjadi salah satu lokasi yang dinilainya secara teknis paling strategis.

Pasalnya, walaupun secara umum di Kalimantan tak miliki potensi bencana alam seperti gempa bumi maupun gunung berapi, namun masih cukup banyak kawasan yang masih sering diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan.

"Kalau di Tanah Bumbu kan tidak mengalami kabut asap itu paling aman," kata Surinto.

Baca: Dampak Rencana Pemindahan Ibu Kota RI, Lahan di Palangkaraya Mulai Jadi Incaran

Selain itu, berlokasi di pesisir timur Kalsel, Tanah Bumbu menurut Surinto menjadi kelebihan tersendiri daerah ini karena dapat dikembangkan sebagai kawasan pelabuhan laut internasional.

Namun bukan berarti tanpa kelemahan, Surinto mengakui Kalimantan tentu juga memiliki kelemahan. Dimana walaupun masih cukup banyak lahan belum difungsikan, namun hampir setiap jengkal lahan sudah ada pemiliknya.

Baik berupa hutan mayoritas sudah ada status konsesi, maupun kawasan non hutan mayoritas sudah ada hak guna usaha atau kepemilikan rakyat.

"Lahan tanpa pembebasan mencarinya susah, karena tanah kebanyakan sudah dibebani hak, izin, konsesi dan yang lainnya. Pemerintah harus melihat fakta ini," kata Surinto.

Diluar faktor-faktor tersebut, Surinto juga memastikan tentu ada faktor lainnya diluar aspek teknis yang menjadi pertimbangan pemerintah, termasuk pula faktor politis.

Baca: Universitas PGRI Palangkaraya Berbenah Hadapi Pemindahan Ibu Kota, Rektor: Rekrut Dosen Berkualitas

Walaupun Kalsel tidak disinggahi seperti Provinsi Kaltim dan Kalteng yang secara khusus dikunjungi Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu untuk memantau kawasan potensial bakal lokasi Ibu Kota, namun Surinto nyatakan bukan berarti Kalsel sama sekali hilang dari radar pemerintah sebagai daerah potensial calon Ibu Kota.

"Kehadiran Jokowi di Kaltim dan Kalteng tanpa menyinggahi Kalsel bukan berarti beliau mengabaikan Kalsel, saya tidak mau berspekulasi soal itu. Didatangi pun belum tentu jadi ibu Kota," kata Surinto. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved