Sisi Gelap Prostitusi Aplikasi Michat

Cewek ini Ditarif Rp 300 Ribu Satu Kali Kencan di Michat Banjarbaru

Dari beberapa perempuan yang diterima pertemanan langsung menawari jasa kencan singkat melalui aplikasi michat.

Cewek ini Ditarif Rp 300 Ribu Satu Kali Kencan di Michat Banjarbaru
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Aplikasi dan perempuan michat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tanpa basa-basi. Dari beberapa perempuan yang diterima pertemanan langsung menawari jasa kencan singkat melalui aplikasi michat. Penawaran pun tidak bertele-tele, bila kita banyak tanya malah dicueki bahkan diblok dari pertemanan.

Oke sabar dulu, sebelum berlanjut ke tawar-menawar perlu diketahui sejumlah singkatan yang familiar pada praktik prostitusi online, dalam hal ini aplikasi michat. BO: Booking Out / Booking Order, ST: Short Time, LT: Long Time, GH: Guest House, VCS: Video Call S*x, Nego: Tawaran Harga, Free Room: Gratis Kamar, PAP: Post a Picture.

Bila menemukan istilah-istilah itu pada aplikasi michat maka dapat diperkirakan suatu akun pelaku praktik prostitusi. Apalagi jika didukung akun dengan banyaknya foto perempuan terkait pada profil, kemungkinan itu akun asli. Bila minim foto, kita harus waspada bisa saja akun palsu dan menipu.

"Bo kah," isi pesan seorang perempuan muda berkulit putih cantik itu kepada akun samaran yang dibuat reporter banjarmasinpost.co.id. Ya, sesingkat itu dan tanpa bertele-tele mengajukan penawaran.

Baca: Dosen Kalsel Ungkap Aplikasi Michat Marak Praktik Prostitusi, Ada Aplikasi Chat Khusus

"Dimana, berapa ?," Membalas chat penawaran dari perempuan dengan nama akun Rin itu. "700 ST," jawan Rin. Artinya, bila sepakat tarif yang harus kita bayar Rp 700 ribu untuk satu kali kencan singkat bersama Rin.

Rin termasuk pemilik akun yang hati-hati dia enggan menyebut lokasi sebelum ada kata sepakat. Penelusuran kembali berlanjut, kali ini pada aplikasi michat dipertemukan dengan seorang perempuan yang mengaku bernama Ika, lebih luwes dalam berkomunikasi bahkan Ika sodorkan tawaran tarif lebih murah dari Rin.

"300 1x say. Harga pas. Kalau mau otw cepat, gak mau juga gapapa sayang. Saya di hotel..," begitulah, kalimat penawaran yang dikirim Ika mungkin bagi sebagian lelaki begitu menggoda. Dia tak segan sebut nama hotel tempat dia mangkal (stay), salahsatu hotel di Banjarbaru.

Perempuan lainnya yang juga mengaku mangkal di kamar hotel di Banjarbaru yakni Ana. Dapat dipastikan akun dia real alias asli, karena tidak hanya enak ketika diajak ngobrol melalui michat, dia juga kirim foto dan sebut nama hotel tanpa ragu. " Ayo BO, 600 sudah sama kamar di hotel...Banjarbaru," isi chat Ana. Artinya Ana tawarkan tarif awal di Rp 600 ribu.

Semua perempuan itu hanya contoh dari sekian banyak yang menawarkan jasa melalui aplikasi michat. Ditemukan dari fitur michat pengguna di sekitar, artinya yang berjarak dekat.

Baca: Pembagian THR Pemkab dan Pemko Masih Terkendala Peraturan, Kepala Bakeuda Kalsel Usulkan ini

Jadi apa yang disampaikan Dosen TI Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Pakar IT Poliban Agus Setiyo Budi N,ST, M.Kom benar adanya, seperti yang telah dipaparkan pada pemberitaan sebelumnya.

"Yaitu konten dewasa hingga prostitusi. Mungkin karena alasan bisnis, bukannya di blok, tapi konten ini malah didukung dengan dibuatkan aplikasi chat khusus untuk 18+," ucap Agus.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved