Jembatan Rusak

Dikaitkan dengan Dana Desa, Kades Tanahabang Pusing Sering Ditanya Kapan Jembatan Diperbaiki

Sebagai aparatur desa, dirinya juga pusing karena tiap saat ditanya warga tentang kapan jembatan diperbaiki.

Dikaitkan dengan Dana Desa, Kades Tanahabang Pusing Sering Ditanya Kapan Jembatan Diperbaiki
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Selasa (14/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebagian besar rumah penduduk berada di dalam yang tiap saat melintasi jembatan tersebut.

"Kami sudah sangat sering mengajukan usulan (proposal) kepada pemerintah daerah, lengkap dengan foto-foto kondisi terkini dan dampaknya. Sungguh kami sangat mengharapkan segera diperbaiki," ucap Kepala Desa Tanahabang, Johansyah.

Sebagai aparatur desa, dirinya juga pusing karena tiap saat ditanya warga tentang kapan jembatan diperbaiki.

Apalagi kadang warga mengaitkan dengan dana desa yang jelas tak mungkin cukup untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Johansyah mengatakan keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menghubungkan ke sejumlah desa lainnya.

Di antaranya Desa Takuti, Gunungulin, Gunungmas, Desa Enam, Desa Lima.

Baca: Pilihan Menu Hari Ini Berbuka dengan Pempek Kapal Selam Rasakan Sensansinya

Baca: Sophia Latjuba Ngaku Nyaman Jadi Mualaf, Disebut Pernah Nikah Siri dengan Ariel NOAH

Baca: Cewek ini Ditarif Rp 300 Ribu Satu Kali Kencan di Michat Banjarbaru

Baca: Syahrini dan Luna Maya Dipertemukan dalam Satu Acara Akan Terjadi, Sudah Lupakan Reino Barack?

Baca: Syahrini dan Luna Maya Dipertemukan dalam Satu Acara Akan Terjadi, Sudah Lupakan Reino Barack?

"Juga tembus ke Desa Telukbaru, Tunggulirang, Pasarpanas, Tanjungbaru. Termasuk tembus ke jalan tol di Sungaiulin Banjarbaru," timpal Sekdes Tanahabang, Muhammad Rafik Hariri.

Awal Ramadan 1440 Hijriah sepekan lalu, sebut Hariri, pihaknya secara swadaya memperbaiki kembali jembatan tersebut.

Selama ini telah berulangkali perbaikan swadaya dilakukan.

"Hanya itu yang bisa kami lakukan untuk mempertahankan jembatan ini agar masih bisa dilalui. Tentu itu tak bertahan lama karena kekuatannya cuma ikatan rantai bekas yang kami pasang," sebut Johansyah.

Dikatakannya, telah cukup banyak mobil yang terperosok.

"Dalam bulan ini saja (Mei) sudah dua truk yang terperosok. Untung selama ini tak ada korban jiwa," tandasnya.

Mencegah risiko yang lebih fatal, lanjut Johansyah, tak ada solusi lain kecuali pemerintah harus segera memperbaiki.

Apalagi konstruksi fisik jembatan makin goyah dan menurun.

"Apalagi kalau malam kan gelap karena minim penerangan jalan. Jadi, benar-benar sangat rawan. Kami bermohon sekali agar jembatan di kampung kami ini bisa lekas ditangani," timpal Kaur Umum dan Perencanaan, Hamid Ariadi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved