Breaking News:

Berita Banjarmasin

Ferdi, Pemadihin Milenial Melanglang ke Selandia Baru, Misi Selanjutnya Tembus Televisi Nasional

Ferdi berkesempatan menampilkan sekaligus memperkenalkan madihin di negara di selatan Australia itu pada November 2017.

istimewa/ferdi irawan
Ferdi Irawan saat tampil membawakan madihin di New Zealand, Selandia Baru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak pernah sedikit pun terbayang di benak Ferdi Irawan, berkah yang bisa didapat ketika menggeluti salah satu kesenian khas Banjar yakni madihin. Berkat kepiawaian melakoni seni yang identik dengan memainkan terbang sambil bertutur ini, Ferdi bisa melangkahkan kaki hingga ke Selandia Baru.

Ferdi berkesempatan menampilkan sekaligus memperkenalkan madihin di negara di selatan Australia itu pada November 2017. Itu setelah dia memenangi sebuah audisi bertajuk Zetizen National Challenge Go to New Zealand.

Audisi berlangsung secara online dan peserta dari seluruh provinsi mengirimkan beberapa video terkait aksinya di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan hingga seni. Ferdi mengirimkan 20 video dan salah satunya adalah video ketika dirinya memainkan madihin.

Berkat video bermain madihin itu, Ferdi termasuk dalam lima besar di Kalsel hingga kemudian mengikuti audisi nasional di Surabaya. Mereka diminta untuk menampilkan dan menjelaskan aksi dalam video yang dikirim.

“Saat presentasi, saya mendeskripsikan bagaimana menyebarluaskan madihin melalui media sosial,” jelas siswa SMAN 1 Banjarmasin kelahiran 4 Januari 2002 ini.

Baca: Geger Virus Cacar Monyet alias Monkeypox di Singapura, Beda dengan Cacar Air hingga Ancam Batam

Presentasi Ferdi memikat juri. Bersama perwakilan dari seluruh provinsi dia bertolak ke Selandia Baru. Dia pun beruntung bisa menampilkan madihin di sana.

“Sebenarnya ke New Zealand itu semacam studi banding saja. Tapi tiba-tiba saat berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Welington, diminta ada perwakilan yang tampil dan saya yang ditunjuk. Alhamdulillah hadirin terhibur,” ujarnya.

Bangga pun dirasakan Ferdi. “Alhamdulillah bisa main madihin di luar negeri. Main madihin hobi saya dan tidak menyangka bisa sampai ke New Zealand,” ungkapnya.

Disinggung mengenai kapan mulai bisa memainkan madihin, Ferdi mengatakan saat duduk di bangku SMPN 2 Banjarmasin. “Awal tampil bersama guru mengisi acara perpisahan kakak kelas. Hingga SMA saya masih memainkan madihin,” jelasnya.

Ferdi bisa dikatakan sebagai seniman madihin dari kalangan milenial. Dia kerap diundang ke berbagai acara.

Baca: Anggota TNI Tewas Tertembak di Punggung Setelah Lima Jam Baku Tembak dengan KKB di Papua

“Misi saya ingin mengembangkan madihin hingga bisa ada di televisi-televisi nasional. Sementara ini saya rajin mempromosikannya di medsos,” katanya.

Ferdi pun menerangkan ada berkah lain yang didapatnya dengan menggeluti seni madihin.

“Alhamdulillah selain ke luar negeri, saya beserta teman-teman yang ada di sanggar sering diundang mengisi acara-acara. Alhamdulillah ada penghasilan,” pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/ran)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved