Berita Tapin

Kemenag Tapin Belum Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Tahun Ini

Kementerian Agama Kabupaten Tapin belum melaksanakan rapat untuk menentukan besaran zakat fitrah yang wajib dibayarkan setiap orangnya.

Kemenag Tapin Belum Tetapkan Besaran Zakat Fitrah Tahun Ini
NU.OR.ID
Zakat Fitrah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kementerian Agama Kabupaten Tapin belum melaksanakan rapat untuk menentukan besaran zakat fitrah yang wajib dibayarkan setiap orangnya.

Humas Kementerian Agama Kabupaten Tapin, Mursalin dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Selasa (14/5/2019) membenarkan bahwa penentuan zakat fitrah belum dikeluarkan pihaknya.

Staf Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kementerian Agama Kabupaten Tapin memberikan surat tanda bertamu kepada reporter Banjarmasinpost.co.id untuk datang lagi pada 29 Mei 2019.

Dikutip dari Wikipedia, Zakat Fitrah ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan.

Baca: SESAAT LAGI Waktu Berbuka! Jadwal Buka Puasa Hari Ini 9 Ramadhan, 14 Mei 2019 Jakarta & Kota Lainnya

Baca: Kelotok Membawa Satu Keluarga Terbalik di Sungai Seruyan, Begini Kondisi Lima Penumpangnya

Baca: Verrell Bramasta Dilarikan ke Rumah Sakit, Bukan Natasha Wilona atau Aurel yang Temani

Baca: Taman Kamboja Dianggap Kotor, Sampah di TPS Meluber ke Tanah

Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini manusia dengan izin Allah akan kembali fitrah.

Pada prinsipnya seperti definisi di atas, setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita.

Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits adalah sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok(tepung, kurma, gandum, aqith) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab syafi'i dan Maliki).

Zakat Fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Salat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat melainkan sedekah biasa.

Baca: Ainun dan Lidia Langsung Meregang Nyawa, Tertindih Badan Truk Saat Alami Kecelakaan

Baca: Los Sayur Belum Ditempati, Bupati H Sukamta Minta Waktu

Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/asnaf (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin.

Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikelurakannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat Islam. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved