Berita Tapin

Kisah Pengrajin Purun Sungai Rutas Tapin, Pernah Buatkan 3.000 Tas Pesanan Gubernur

Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan kampung pengrajin purun.

Kisah Pengrajin Purun Sungai Rutas Tapin, Pernah Buatkan 3.000 Tas Pesanan Gubernur
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Mariani, Perajin purun memasang kancing pada tas purun pesanan pelanggan di Desa Sungai Rutas Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Senin (13_5_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan kampung pengrajin purun.

Sebagian warganya terampil menganyam purun sejenis rumput yang tumbuh di sungai hingga menjadi berbentuk tikar, tas dan topi.

Mariani, salah satu pengrajin anyaman purun di Desa Sungai Rutas yang sudah lama menekuni usaha sampingan seusai bertani padi.

Sore itu menjelang tiba beduk magrib menandai waktu berbuka puasa tiba, Mariani menyelesaikan pesanan pelanggannya di serambi pelangaran rumah tinggalnya di Desa Sungai Rutas.

Pelanggannya memesan 50 buah tas purun berwarna bertulis nama pemesannya. Tas itu khusus karena diberi kancing.

Baca: Hadiah Menarik Aa Gym untuk Ani Yudhoyono, Ini Balasan Istri SBY dan Ibunda AHY, suami Annisa Pohan

Baca: Niat Puasa Ramadhan 1440 H dan Kumpulan Ucapan Selamat Sahur Ibadah Puasa Ramadhan 2019

Baca: Mengaku Perwira Berpangkat AKP, Lima Polisi Gadungan Ini Minta Rp 50 juta

"Katanya tas ini untuk hadiah souvenir haulan. Makanya diberi kancing," katanya, Selasa (14/5/2019).

Harganya juga berbeda lebih mahal dibandingkan tas purun biasa tanpa berwarna, tanpa nama yang tidak berkancing.

"Saya pernah membuat tas sebanyak 3.000 buah saat peresmian jembatan Barito (1997). Permintaan Bupati Tapin katanya Gubernur Kalsel saat itu ingin memberikan kepada para tamu dari Jakarta," katanya.

Mariani mengaku pesanan dari Pemerintah itulah yang membuat keluarganya mampu membangun rumah permanen karena setiap ada pejabat dari Jakarta berkunjung ke Kalsel, pasti asa pesanan tas purun.

"Saya yang membeli hasil perajin kalau bukan pemerintah. Semakin dipromosikan pemerintah makam semakin banyak penghasilan perajin," katanya.

Mariani mengaku bahan untuk kancing tas purun dipesannya dari Yogyakarta. Itu karena tidak ada yang membuat kancing khusus berbahan tempurung kelapa.

Baca: Bangun Terminal Baru, Bupati Anang Syakhfiani Ungkap Tujuannya

Baca: Bukan Nagita Slavina, Raffi Ahmad Kini Miliki Sosok Lain Sebagai Polisi Dibocorkan Ayu Dewi

"Padahal di Kabupaten Hulu Sungai Selatan itu banyak buah kelapa. Kepala itu bahan dasar dodol itu, tempurungnya bisa dibikin kancing dan tas kalau mau," ujar Mariani.

Terungkap Mariani inilah orang yang sangat berjasa mengajari para perajin tas purun di sejumlah desa di Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut selama ini.

"Saya sempat menginap di Desa Pandahan untuk mengajari cara menganyam purun. Di Desa Bentok Darat, Desa Lianganggang, Desa Pandahan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved