Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Pedagang Bubur Terjaring Razia Penegakan Perda Ramadan

Pedagang bubur ayam di Jalan Sungaibilu, Banjarmasin terjaring razia oleh Satpol PP Kota Banjarmasin, Selasa (14/5/2019) menjelang siang.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pedagang bubur ayam di Jalan Sungaibilu, Banjarmasin terjaring razia oleh Satpol PP Kota Banjarmasin, Selasa (14/5/2019) menjelang siang.

Pedagang tersebut kedapatan buka pada jam yang sudah dilarang di Perda Ramadhan untuk Kota Banjarmasin, yakni larangan bukanya warung makan atau restoran, rombong dan sejenisnya pada jam tertentu.

Bahkan saat jajaran Satpol PP mampir ke gerobak tersebut, rupanya pemilik usaha sedang menjuali bubur ayam kepada pembeli. Namun kedatangan Satpol PP seolah tak digubris oleh si pemilik. Ia masih tetap sibuk melayani pembeli bubur ayamnya.

Tak hanya itu, ketika satu personel Satpol PP menanyakan KTP pedagang, jawaban yang diterima yakni informasi kalau penjual tersebut tidak punya KTP.

Baca: Melintas di Depan Kantor Bupati Tapin, Sembilan Anak Terlantar Ini Diamankan Satpol PP Tapin

Baca: Kebiasaan Aneh Olla Ramlan dan Suami Aufar Hutapea Saat Sahur Ramadhan 1440 H

Baca: Pesona Ariel NOAH Mampu Luluhkan Wanita Termasuk Luna Maya, Akui Miliki Sifat Ini

Penjual bubur ayam tersebut nampaknya sepasang suami istri. Hal itu terdengar saat si perempuan menyebut kalau dirinya terpaksa jualan untuk memenuhi pengobatan sang suami yang mendampinginya jualan.

Pada gerobak bubur ayam milik pasangan ini, tertulis "Khusus dibungkus" yang menandakan kalau pedagang tidak melayani makan di tempat.

Pemilik gerobak, Hambali, menerangkan kalau ia dan sang istri memang hanya melayani bungkus saja. Itu kenapa tak ada meja ataupun kursi yang terlihat berjejer di sekitar gerobaknya.

"Kami hanya melayani bungkus saja. Tidak makan di tempat," ucap Hambali.

Hambali pun menyampaikan kalau ia menang mengetahui adanya Perda Ramadhan larangan warung makan dan sejenisnya yang buka. Namun ia mengira itu hanya untuk warung yang melayani di tempat.

Baca: Kisah Pengrajin Purun Sungai Rutas Tapin, Pernah Buatkan 3.000 Tas Pesanan Paman Birin

Atas insiden tersebut, Hambali diminta ikut ke Kantor Satpol PP Kota Banjarmasin untuk memberikan penjelasan. Lantas, penolakan diberikan olehnya.

Ia enggan naik ke truck yang disiapkan petugas. Melainkan menawarkan diri untuk menyusul bersama anaknya naik kendaraan roda dua. Akan tetapi anggota Satpol PP tetap meminta Hambali ikut bersama mereka. (Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved