Melihat dari Dekat Situs Candi Laras

Ada Banyak Kain Kuning di Situs Candi Laras Kabupaten Tapin, Diduga Sebagai Tempat Pemujaan

Aktivitas pemujaan ataupun peribadatan umat non muslim masih berlangsung di situs Candi Laras di Kabupaten Tapin.

Ada Banyak Kain Kuning di Situs Candi Laras Kabupaten Tapin, Diduga Sebagai Tempat Pemujaan
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Situs Candi Laras di Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan yang tidak terawat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Aktivitas pemujaan ataupun peribadatan umat non muslim masih berlangsung di situs Candi Laras di Kabupaten Tapin.

Itu karena masih ada bekas tempat sesajen dari anyaman daun kelapa masih tertinggal di sekitar Situs Candi Laras.

Sejumlah potongan kain kuning. Kain itu ada yang terlihat lama dan ada yang baru. Itu terdapat di satu tempat menyerupai pendopo.

"Bangunan ini awalnya kecil. Saya perbaiki karena ini merupakan tempat dua batu yang kini disimpan di museum Lambung Mangkurat," kata Syaifullah, warga Desa Candi Laras kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Letaknya di Kelilingi Anak Sungai, Menuju Situs Candi Laras Hanya Bisa Digunakan Lewat Jalur Ini

Baca: Sejarah Terbentuknya Candi Laras di Tapin, Untuk Kelabui Penjajah yang Menyerang Candi Agung

Baca: Biarkan STNK Mati 2 Tahun! Jangan Menangis Kalau Data Kendaraan Kamu Dihapus Samsat

Ada dua bangunan menyerupai pendopo di lokasi Situs Candi Laras. Bangunan satunya dibantuan warga yang punya hajat khusus sehingga diatas atapnya diberi ukiran buah nenas.

Syaifullah, mengaku lokasi Situs Candi Laras kerap dikunjungi peziarah yang beribadat dan membawa sesajen.

Ini dibenarkan Resa, warga Rantau yang pernah menemani rombongan teman-temannya menginap di lokasi Situs Candi Laras.

"Umat beragama Hindu sering berziarah sekaligus sembahyang di Situs Candi Laras. Sayang kalau tidak dirawat karena kerap didatangi," katanya.

Budayawan Tapin, Ibnu Masud membenarkan dahulunya Candi Laras diperuntukan untuk pemujaan rombongan dari Candi Agung yang beristirahat.

"Bahkan, sebagian warga di Desa Candi Laras masih melakukan tradisi melarung sesajen tertentu di Sungai Margasari," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved