HET Elpiji Bersubsidi

Alasan Pemkab Batola Tak Bisa Menambah Kuota Elpiji Bersubsidi, Ada Hubungannya dengan APBN

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola saat ini tidak tutup mata untuk distribusi elpiji tiga kilogram

Alasan Pemkab Batola Tak Bisa Menambah Kuota Elpiji Bersubsidi, Ada Hubungannya dengan APBN
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Selasa (15/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola saat ini tidak tutup mata untuk distribusi elpiji tiga kilogram, seperti di Kecamatan Marabahan ada 13 pangkalan elpiji subsidi dan di Kecamatan Tabukan itu ada satu pangkalan.

“Artinya, di Kecamatan Tabukan itu dapat elpiji subsidi untuk warganya dari mana. Pasti dari lemparan elpiji subsidi dari Kecamatan Marabahan. Untuk tidak meratanya pangkalan elpiji subsdi, kita harus bijaksana juga,” kata Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola, Surono

Dijelaskan Surono, fakta lain, pangkalan itu mengutamakan distribusi elpiji ke eks pangkalan minyah tanah.

Saat ini yang dulunya pangkalan minyak tanah telah berubah menjadi pangkalan elpiji tiga kilogram.

“Saat ini, satu desa tidak menutup kemungkinan ada beberapa pangkalan. Di Kecamatan Alalak itu jumlahnya mencapai 50 buah pangkalan gas melon tiga kilogram,” katanya.

Surono mengaku untuk menambah kuota elpiji subsidi di kabupaten Batola cukup sulit karena terkait APBN karena subsidi dari elpiji melon itu hampir separuh.

Baca: Ada Banyak Kain Kuning di Situs Candi Laras Kabupaten Tapin, Diduga Sebagai Tempat Pemujaan

Baca: Elpiji 3 Kg di Atas HET, Surono Sebut Sudah Menyurati Para Agen dan Minta Melakukan ini

Baca: Sumber Kekayaan Iis Dahlia Dibongkar Raffi Ahmad, Billy Syahputra Sampai Bereaksi Begini

Baca: Hadiah Tak Biasa Ayu Ting Ting untuk Bayi Nikita Mirzani, Bandingkan dari Ruben Onsu

Baca: Kejadian Aneh di Rumah Opick Setelah Simpan Rambut Nabi Muhammad SAW, Sang Istri Kaget

Bila pemerintah menambah kuota elpiji subsidi, otomatis pemerintah harus membayari biaya subsidi ke Pertamina.

“Soal mahalnya harga elpiji subsidi di lapangan, kita minta ke PT Pertamina untuk melakukan operasi pasar,” katanya.

Diakuinya, beberapa waktu lalu sudah digelar operasi pasar di beberapa titik di Batola.

Namun karena yang menggelar operasi pasar itu agen dan Pertamina dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batola tidak pernah diberitahu.

“Kita diberitahu ada operasi pasar justru dari agen elpiji tiga kilogram,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved