Berita Banjarbaru

Pengemis Modus Meminta Zakat Bulan Ramadan Mulai Ramai di Banjarbaru, Petugas Gelar Ini

Modus pengemis dengan berkedok meminta zakat di bulan suci Ramadan terpantau mulai terjadi di wilayah Kota Banjarbaru.

Pengemis Modus Meminta Zakat Bulan Ramadan Mulai Ramai di Banjarbaru, Petugas Gelar Ini
HO/Satpol PP Banjarbaru
Petugas Satpol PP saat menertibkan gepeng dan pengemis di Kota Banjarbaru 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Modus pengemis dengan berkedok meminta zakat di bulan suci Ramadan terpantau mulai terjadi di wilayah Kota Banjarbaru.

Pantauan di lapangan, Rabu, (15/5/2019) untuk pengemis di lampu merah di Kota Banjarbaru tidak terlihat. Aksi pengemis tidak terfokus di lampu merah atau jalan raya, namun di komplek perumahan warga.

Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal Yanto Hidayat membenarkan adanya aksi pengemis yang meningkat selama bulan ramadan.

"Mereka lebih banyak beroperasi di wilayah perumahan warga dan tidak stay di lampu lalu lintas atau di jalan A Yani," katanya, Rabu, (15/5/2019).

Untuk itu pihaknya melakukan giat rutin memantau dan menertibkan adanya pengemis yang memanfaatkan moment bulan ramadan ini.

Baca: Ustadz H Fahruzaini : Perbanyak Amal Selama Ramadhan untuk Menuju Surga

Disebutkannya pada Selasa, (14/5) sore, Seksi Binwasluh, Seksi Teknis Fungsional, Seksi Lidik Sidik, dan Seksi Kerjasama bersama Dinas Sosial Kota Banjarbaru melakukan kegiatan Patroli Rutin di wilayah kota Banjarbaru dengan sasaran Manusia Gerobak dan Gepeng.

Dalam penyisiran yang dikomandoi oleh Kabid PPUD Satpol PP Kota Banjarbaru H Sofyan Hendratno beserta Kasi dan Staf Anggota, mendapati manusia gerobak yang berada dijalan A Yani tepatnya di depan Kampus Kedokteran ULM Banjarbaru.

Petugas memberikan pembinaan agar yang bersangkutan tidak berada atau melewati jalan A yani dan dilarang berhenti dengan modus meminta belas kasihan terhadap pengguna jalan. Bersangkutan langsung melanjutkan perjalanan kembali.

Penyisiran pun dilanjutkan sampai dengan peputaran jalan Ayani Km 32,5, dan kembali menyisiri jalan A yani dalam perjalanan petugas kembali mendapati segerombolan wanita dengan Modus meminta minta ditepian jalan A yani yakni didepan Dealer Suzuki.

Baca: Sebelum Berbuka Puasa, Jamaah di Masjid ini Bacakan Surah Yasin, Al Wakiah, Tabarak, Hingga Tahlil

Diantaranya dua wanita paruh baya, dua dewasa, tiga remaja dan satu masih balita. Setelah dimintai keterangan, mereka merupakan warga Banjarmasin dengan alasan meminta sembako dipinggir jalan dengan meminta belas kasihan oleh pengguna jalan.

Pembinaan pun dilakukan oleh petugas teguran keras dilakukan karena yang bersangkutan membawa anak balita untuk mencari simpati pengguna jalan.

Larang bagi setiap orang untuk meminta-minta dalam bentuk apa pun tanpa ijin, sesuai perda kota Banjarbaru No 6 Tahun 2014 tentang ketertiban Umum dan Ketentramanan Masyarakat.

"Untuk menertibkan pengemis, gepeng atau peminta-minta perlu dukungan dari semua pihak. Warga juga harus selektif saat ingin berzakat di bulan suci Ramadan. Sehingga pengemis atau gepeng bisa diminimalisir saat bulan ramadan dan mendekati lebaran nanti," beber Yanto Hidayat. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved