Berita Banjarmasin

Penjelasan Bawaslu Kalsel Soal Stopnya Proses Laporan Dugaan Politik Uang Kader PPP

Laporan dugaan praktek politik uang yang dilayangkan Caleg DPR RI dari PPP, Nasrullah terhadap koleganya satu partai, Syaifullah Tamliha

Penjelasan Bawaslu Kalsel Soal Stopnya Proses Laporan Dugaan Politik Uang Kader PPP
banjarmasinpost.co.id/acm
Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Laporan dugaan praktek politik uang yang dilayangkan Caleg DPR RI dari PPP, Nasrullah terhadap koleganya satu partai, Syaifullah Tamliha kandas setelah rapat pembahasan kedua Sentra Gakkumdu.

Lebih spesifik dijelaskan Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie, proses atas laporan dihentikan karena tak ada keterangan saksi yang bisa secara meyakinkan membuktikan Syaifullah Tamliha terlibat atas tuduhan tersebut.

Menurut Azhar, pihaknya total sudah meminta keterangan dari enam orang saksi yang disodorkan oleh pihak pelapor, Nasrullah AR.

Dimana dari keenam saksi tersebut, empat diantaranya hadir ke Kantor Bawaslu Provinsi Kalsel untuk memberikan klarifikasi, sedangkan dua lainnya didatangi langsung oleh pihak Gakkumdu untuk dimintai klarifikasi.

Baca: Tangis Ariel NOAH Saat Ciptakan Lagu Ini Diungkap pada Raditya Dika, Ingat Luna Maya?

Baca: Bersuamikan Pilot, Iis Dahlia Punya Rumah Baru Mirip Istana, Bahkan Sempat Ditaksir Rp 17 Miliar

Baca: Ditinggal Istri SBY, Ani Yudhoyono yang Dirawat di Singapura, Begini Kondisi Rumah Mereka di Jakarta

Baca: Roy Kiyoshi Mendadak Menutup Tempat Praktiknya, Uang Konsultasi Digelapkan Asisten

Satu saksi yang didatangi langsung oleh Sentra Gakkumdu berdomisili di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan satu lagi di Kabupaten Banjar.

"Para saksi sampaikan keterangan, tapi tidak dapat membuktikan terhadap subjek yang disangkakan. Tidak dapat dijabarkan yang menjadi sumber uang itu adalah ST," kata Azhar.

Ditambahkan Azhar, pihaknya tentu tidak bisa lagi menerima laporan atas perkara yang sama kecuali laporan menyangkut objek laporan yang berbeda. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved