Melihat dari Dekat Situs Candi Laras

Sejarah Terbentuknya Candi Laras di Tapin, Untuk Kelabui Penjajah yang Menyerang Candi Agung

Keberadaan Situs Candi Laras di Desa Candi Laras, Kecamatan Candi Laras Selatan, sangat jelas memberikan informasi tentang keberadaan

Sejarah Terbentuknya Candi Laras di Tapin, Untuk Kelabui Penjajah yang Menyerang Candi Agung
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Transportasi untuk menuju ke Situs Candi Laras di Desa Candi Laras, Kecamatan Candi Laras Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Keberadaan Situs Candi Laras di Desa Candi Laras, Kecamatan Candi Laras Selatan, sangat jelas memberikan informasi tentang keberadaan candi di Kabupaten Tapin sekaligus ikonik keberagaman agama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Candi identik dengan tempat peribadatan umat Hindu dan umat Buddha. Situs Candi Laras terkesan tak dirawat dan dilengkapi fasilitasnya seperti Candi Agung di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Budayawan Tapin di Rantau, Ibnu Masud menjelaskan keberadaan Candi Laras dibangun dengan maksud dan punya tujuan tertentu kala itu oleh warga Candi Agung di Amuntai.

"Maksud dibangun Candi Laras agar mengelabui penjajah yang ingin menyerang kerajaan Negara Dipa dengan Candi Agungnya.

Baca: Situs Candi Laras di Kabupaten Tapin Tak Terawat, Begini Penampakannya

Baca: Peninggalan Sejak Penjajahan Belanda, Simbol Keperkasaan untuk Pertahankan Diri

Baca: Tim Arkeologi Temukan Benda Prasejarah di Gua Pegunungan Meratus

Kemudian, Candi Laras tujuan persinggahan para kerabat kerajaan Negara Dipa Amuntai, Hulu Sungai Utara, sebelum tiba di Kerajaan Banjar di Banjarmasin," katanya.

Syaifullah, warga di Desa Candi Laras, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin mengaku sering menemani peziarah yang berkunjung dan ada juga yang menginap.

"Ada yang menginap pak. Kalau musim liburan Sabtu atau Minggu ada yang berziarah ke situs Candi Laras ini. Mereka melakukan peribadatan dan sembahyang juga," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

(banjarmasinpost.co.id /mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved