Berita HSS

Bangun Sekat Kanal di Lahan Gambut Desa Pandak Daun HSS, BPLH Kalsel kesulitan Biaya Transfortasi

Namun, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah masalah jarak lokasi yang jauh, dan hanya bisa dijangkau trasportasi air.

Bangun Sekat Kanal di Lahan Gambut Desa Pandak Daun HSS, BPLH Kalsel kesulitan Biaya Transfortasi
banjarmasinpost.co.id/hanani
Sosialisasi Pengolaan Gambut dan Forum Desa Peduli Gambut, di Hotel Qiana Inn Kandangan, Kamis (16/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Salah satu sasaran program restorasi lahan gambut di Kalimantan Selatan 2019, ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tepatnya di Desa Pandak Daun, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Program Restorasi Gambut (BRG) 2019 tersebut kegiatannya meliputi pembuatan Sekat kanal, dengan tujuan mencegah kerusakan lahan gambut akibat kekeringan yang menyebabkan kebakaran.

Kepala Dinas Pengelola Lingkungan Hidup Kalsel, Ikhlas pada Sosialisasi Pengelolaan Gambut dan Forum Desa Peduli Gambut HSS yang diselenggarakan Badan Restorasi Gambut Indoenesia bekerjasama dengan BPLH Kaldel di Hotel Qiana Inn, Kamis (16/5/2019) menjelaskan, ada 16 unit Sekat Kanal yang hendak dibangun di HSS, Desa Pandak Daun tersebut.

Namun, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah masalah jarak lokasi yang jauh, dan hanya bisa dijangkau trasportasi air.

"Jaraknya sekitar 13 kilometer perjalanan transportasi air. Untuk mengangkut kayau galam, ongkos angkutnya ternyata melebihi budget yang ditetapkan pemerintah pusat. Kami pun membuat surat resmi, agar jika ingin membangun kanal di sana anggarannya mesti dinaikkan. Kepastiannya, kami masih menunggu kepastian dari Jakarta,"kata Kadis LH Pemprov Kalsel saat pemaparan pencapaian program tersebut kepada peserta sosialisasi.

Baca: Baru 125 dari 1.200 Pegawai Non-PNS di Kotabaru Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Ini Kata Naker 

Dijelaskan, sejak 2018 lalu, restorasi gambut di Kalsel dikelola Dinas LH, dengan dana APBN senilai Rp 24 miliar. Namun, dana tersebut hanya terserap sekitar 67 persen, atau tak terserap 100 persen, karena berbagai kendala di lapangan.

Restorasi Gambut sendiri merupakan kebijakan pemerintah, dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, ekosistem, pemulihan ekosistem. Hal tersebut dilakukan dengan restorasi Hidrologi, revegitasi serta revitalisasi mata pencaharian.

"Restorasi lahan gambut di Kalsel 2018 adalah membasahi 4.568 hektare. Cara pembasahan lahan Gambut selama kemarau, adalah dengan membuat kanal,"jelasnya. Sementara, untuk 2019, Kalsel mendapat anggaran dana untuk restorasi gambut tersebut sebesar Rp 9. 152.475.000, jauh menurun dibanding anggaran 2018.

Adapun Sekat kanal tersebut pembangunannya dilaksanakan di Desa Tatakan, Kabupaten Tapin 16 UNIT, Desa Pandak Daun, 16 unit, Desa Kandang Jaya , Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, 13 unit, serta Desa Buas Buas 10 unit dalam tahap menunggu persetuan Badan Restorasi Gambut atas usul masyarakat. Total Sekat kanal yang dibangun 55 unit dari target 58 unit.

Baca: BNN Banjarbaru Pererat Kerjasama Dengan BLK Provinsi Kalsel Lewat MoU, Ini Tujuannya

Sosialisasi Pengelolaan Gambut dan Forum Peduli Gambut fi Kabupaten HSS, Kalsel, dihadiri Bupat HSS H Achmad Fikry, TRGD Kalsel dan Kedeputian III BRG RI, Kepala Desa di lima desa, DPG 2019, dan dua desa DPG 2018, Dinas Pernainan HSS dinas Perikanan HDD serta undangan lainnya. Kegiatan tersebut, merupakan tindak lanjut diskusi kedeputian dengan Bupati HSS 2018 lalu, dengan tujuan menambah semangat masyarakat HSS merestorasi dan memulihkan lahan gambut.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved