Berita Banjarmasin

Ikuti Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas, Jubaidah Keluhkan Pendidikan Anaknya

Puluhan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus nampak antusias menghadiri acara Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas

Ikuti Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas, Jubaidah Keluhkan Pendidikan Anaknya
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Puluhan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus nampak antusias menghadiri acara Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas di Rattan Inn, Jalan A Yani, KM 4 Kota Banjarmasin, Kamis (16/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus nampak antusias menghadiri acara Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas di Rattan Inn, Jalan A Yani, KM 4 Kota Banjarmasin, Kamis (16/5/2019).

Satu di antaranya ialah Jubaidah, perempuan satu anak ini memiliki anak berkebutuhan khusus. Satu-satunya putra tunggal Jubaidah ialah Faturahman, Anak Down Syndrom yang kini sudah duduk di kursi sekolah.

Pada forum tersebut, Jubaidah menanyakan mengenai bagaimana sistem pendidikan untuk anak disabilitas. Pasalnya ia juga menjadi satu orangtua yang hendak anaknya bersekolah di sekolah umum.

Namun dari apa yang diutarakan oleh perempuan tersebut, beberapa sekolah telah menolak anaknya. Alasannya sama, yakni karena kekurangan tenaga pengajar untuk anak berkebutuhan khusus.

Baca: H-7 Lebaran 2019 THR Pekerja Harus Dibayarkan, Ini Sanksi Bagi Prusahaan yang Lalai

Baca: Bacaan Doa 10 Hari Kedua Ramadhan 1440 H/ 2019, Simak Juga Keutamaannya

Baca: Fakta Pinjaman Online, Inilah 6 Keuntungan yang Bisa Dirasakan

“Sebenarnya saya sempat ingin menyekolahkan anak saya pada sekolah umum. Tapi kata mereka (beberapa sekolah ) tidak bisa menerima, karena gurunya terbatas,” cerita Jubaidah.

Lantas, demi keberlangsungan pendidikan sang anak, Jubaidah memilih menyekolahkan anaknya di SD LB Pelambuan, Banjarmasin. Di sekolah itu, anaknya bisa mengecap pendidikan yang layak. Ia pun kerab mendampingi buah hatinya untuk sekolah.

Tahun ini, anaknya duduk di kelas 5 SDLB. Ia bernecana memasukan Faturahman ke SMP umum. Ia pun berharap, ke depan akan ada skeolah umum yang menerima buah hatinya tersebut.

Tentunya, penolakan yang didapat oleh perempuan ini tak lantas membuatnya putus asa. Ia sadar sejak awal anaknya istimewa, sehingga sekolah di SD LB ujar Jubaidah dianggap keputusan yang terbaik.

Selain itu, karena anak satu-satunya pula, Jubaidah mengatakan selalu memperhatikan sang anak. Tak hanya di sekolah, namun ketika bermain pun ia selalu mendampingi putranya yang sudah berusia 11 tahun tersebut.

Pada acara yang digelar oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia itu, dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Perlindungan Anak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar dan Kepala Dinas PPPA Provinsi Kalsel.

Deputi Bidang Perlindungan Anak menjadi narasumber pada kegiatan tersebut. Ia juga mendapatkan keluhan dari beberapa peserta forum. Utamanya mengenai pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja ke depan.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved