Berita Kabupaten Banjar

Remaja Penyemir Sepatu di Martapura Ini Jadi Tulang Punggung Keluarga, Begini Liku Hidupnya

Remaja 18 tahun warga Gang Setuju, Kalayan A, Banjarmasin, itu. Kamis (16/05/2019) sibuk menyemir sepatu di lingkungan kantor Dinas Kesehatan.

Remaja Penyemir Sepatu di Martapura Ini Jadi Tulang Punggung Keluarga, Begini Liku Hidupnya
banjarmasinpost.co.id/idda royani
SEMANGAT - Siman semangat menyemir sepatu di lingkungan Dinas Kesehatan Banjar, Kamis (16/05/2019) siang. Ia ditemani keponakannya, Ipul. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jemari kanan Muhammad Silman begitu cekatan menguaskan semir ke sepatu hitam yang dipegang tangan kirimya. Hanya hitungan belasan menit, sepatu itu pun kembali mengkilap.

Itulah aktivitas keseharian remaja 18 tahun yang bermukim di Gang Setuju, Kalayan A, Banjarmasin, itu. Kamis (16/05/2019) siang ia sibuk menyemir sepatu di lingkungan kantor Dinas Kesehatan Banjar.

Beberapa pegawai setempat memanfaatkan jasanya. Siman begitu ia akrab disapa menyemir sepatu di sudut ruangan yang agak sepi sehingga tak mengganggu aktivitas pegawai setempat.

"Alhamdulillah hingga tengah hari ini sudah dapat sepuluh pasang sepatu yang saya semir," ucap Siman.

Bungsu dari empat bersaudara ini menuturkan jika mujur, dalam sehari ia bisa dapat order semiran hingga 20 pasang sepatu. Jika sepi cuma enam pasang sepatu.

Siman tak pernah mematok tarif atas jasa semitnya. "Sukarela saja. Kadang ada yang ngasih Rp 5.000, Rp 10 ribu. Kalau pas dapat yang baik bisa ngasih Rp 20 ribu," sebutnya.

Baca: BNN Banjarbaru Pererat Kerjasama Dengan BLK Provinsi Kalsel Lewat MoU, Ini Tujuannya

Ia mengaku telah setahun terakhir melakoni usaha tersebut. Sementara ini cuma itu pekerjaan atau aktivitas yang dapat ia jalani karena tak perlu modal banyak maupun keterampilan khusus.

Baginya terpenting adalah berkeringat dalam mencari nafkah. "Saya tak mau menjadi peminta-minta. Jika nanti sudah ada modal, saya ingin berjualan sandal dan sepatu sekaligus jasa semir," tandas Siman.

Meski penghasilannya tak seberapa, namun ia mengaku selalu berupaya menyisihkan sebagian untuk ditabung. Soalnya, ia juga ingin melanjutkan pendidikannya yang dulu putus di tengah jalan hingga kelas enam sekolah dasar.

Dirinya sangat ingin mengikuti program Kejar Paket B (setara SMP) dan C (setara SMA). "Mudah-mudahan dengan pendidikan yang memadai, kelak saya bisa mewujudkan cita-cita menjadi polisi," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved